Berita Jakara

Survei LSI Menyebutkan Mayoritas Responden Percaya Demonstrasi Mahasiswa Tak Ditunggangi

Hasil survei Lembaga Survei Indonesia ( LSI) menunjukkan bahwa sebanyak 46,8 persen responden meyakini bahwa aksi demonstrasi mahasiswa

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Aksi damai mahasiswa di bawah jembatan layang Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Mahasiswa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia ( LSI) menunjukkan bahwa sebanyak 46,8 persen responden meyakini bahwa aksi demonstrasi mahasiswa berbeda dengan unjuk rasa yang dilakukan untuk menentang Presiden Joko Widodo.

Hal itu dipaparkan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparan rilis temuan survei Perppu UU KPK dan Gerakan Mahasiswa di Mata Publik di Erian Hotel, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

"Kalau kita lihat hanya 11,8 persen publik yang menyatakan bahwa demonstrasi itu ditumpangi oleh orang-orang anti Jokowi. 16,4 persen menyatakan demonstrasi itu digerakan oleh orang anti Jokowi. Tapi sebagian besar, 46,8 persen publik itu menyatakan bahwa ada demonstrasi mahasiswa ada demonstrasi lain," kata Djayadi dalam paparannya.

Djayadi menuturkan, pada awalnya ada 1.010 responden yang ditanyakan apakah mereka mengetahui atau mengikuti dinamika demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Baca: Unpad Tembus 500 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia, Ini Cara yang Dilakukan Prof Rina Indiastuti

Baca: Avengers: Damage Control Bakal Rilis, Marvel Studios Umumkan Tanggal Tayangnya

Baca: Septyan Arochman Alias Daffa Diciduk Polisi karena Narkoba, Ini Jejaknya Selepas Dangdut Academy 2

Hasilnya, 59,7 persen dari responden mengaku tahu atau mengikuti perkembangan aksi mahasiswa itu. Sementara sisanya tidak mengetahui atau mengikuti dinamiknya.

Lalu, dari responden yang tahu soal demonstrasi itu, mereka disodorkan tiga pandangan. Pertama, demonstrasi mahasiswa digerakkan oleh orang yang anti Presiden Jokowi. Kedua, demonstrasi mahasiswa sepenuhnya ditumpangi orang-orang anti Presiden Jokowi.

Ketiga, pandangan ada dua kelompok berbeda, yaitu demonstrasi mahasiswa yang murni menentang sejumlah undang-undang dan rancangan undang-undang seperti UU KPK hasil revisi serta demonstrasi kelompok anti Jokowi.

Sesuai paparan, sebanyak 46,8 persen memilih pandangan ketiga. Sedangkan, 16,4 persen memilih pandangan pertama, 11,8 persen memilih pandangan kedua. Sisanya, 25 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

"Jadi masyarakat cukup jelas melihat dua arus dalam demonstrasi itu. Maksudnya kalau ada tuduhan semata-mata anti Jokowi, masyarakat tidak setuju. Masyarakat melihat aspirasi mahasiswa yang utama itu murni menentang antara lain revisi UU KPK," kata dia.

Dalam survei ini, LSI mengambil responden secara acak dari responden survei nasional LSI sebelumnya pada Desember 2018 hingga September 2019 yang berjumlah 23.760 orang dan punya hak pilih.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved