Berita HST

Ada 8 Orang Mendaftar Bakal Calon Kepala Daerah HST ke Partai Golkar, Semua Harus Patuhi Persyaratan

Sudah 8 Orang Mendaftar Bakal Calon Kepala Daerah HST ke Partai Golkar, Semua Harus Patuhi Persyaratan

Ada 8 Orang Mendaftar Bakal Calon Kepala Daerah HST ke Partai Golkar, Semua Harus Patuhi Persyaratan
banjarmasinpost.co.id/Hanani
Ilustrasi: Ketua DPD Partai Golkar HST H Saban Effendi (tengah) 

BANJARMASIBPOST.CO.ID, BARABAI - Sejak dibuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada 25 September 2019 lalu, DPC Partai Golkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sudah memiliki delapan pendaftar.

Ketua DPC Golkar Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Saban Effendi, Selasa (8/10/2019) membeberkan, delapan pendaftar bakal bersaing untuk diusung pada pemilihan kepala daerah 2020 nanti.

Delapan pendaftar tersebut adalah Harun Nurasid, Rozanie Himawan Nugraha, Aulia Oktaviandi, Taufiqur Rahman, Ahmad Zaki, Athaillah Hasbi, Yusnadi dan Hendra Suryadie.

Dijelaskan Saban, pihaknya masih membuka pendaftaran hingga 15 Oktober 2019 mendatang.

Baca: Pesan Dandim Martapura Letkol Siswo Budiarto Saat Lantik Prajurit Naik Pangkat, Sebut Soal Amanah

Baca: Hari H Pernikahan Luna Maya Disebut Kahiyang Ayu, Mantan Ariel NOAH Ikuti Jejak Mantan Reino Barack?

Baca: Sentil Syahrini-Reino Barack & Raffi Ahmad-Nagita Slavina? Rumah Tangga Settingan Disinggung Melaney

Baca: Raffi Ahmad Juga Raba Artis ini di Depan Nagita Slavina Sebelum Video Angela Lee Beredar

Baca: Momen Prewedding Citra Kirana & Rezky Aditya Bocor? Eks Kekasih Agnez Mo Bicara Rencana Pernikahan

Bahkan, dibeberkannya, Partai Golkar tidak memiliki kriteria khusus bagi pelamar. Syaratnya hanya sebagai warga negara Indonesia.

Meski demikian, pihaknya memiliki syarat khusus seperti pelamar yang diusung oleh Golkar tidak boleh pindah partai dan bersedia membesarkan partai selama menjabat menjadi bupati atau wakil bupati.

Terlebih berkaca dari pengalaman sebelumnya, dua bupati periode sebelumnya seperti Syaiful Rasyid yang dulunya diusung Partai Golkar pindah ke PBB begitu juga dengan Abdul Latif yang pindah ke Partai Berkarya setelah menjadi bupati.

Ia menghendaki agar calon yang diusung bakal ikut serta membesarkan partai.

Tak hanya itu, bagi bakal calon juga harus mengikuti survei elektabilitas. Bahkan, biaya survei juga dibebankan kepada bakal calon.

"Yang mendaftar sudah tahu aturan itu dan bersedia mengikutinya. Besaran biaya survei, kami tidak tahu karena itu dari provinsi (DPD Partai Golkar Kalsel) yang mengatur dan ditransfer ke rekening provinsi," jelasnya.

Hingga saat ini Saban yang digadang-gadang bakal mencalonkan diri juga belum mengambil formulir.

"Kalau pencalonan masih belum. Sepertinya tidak. Karena berat," tukasnya.

Partai Golkar Hulu Sungai Tengah memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Jika berdasarkan syarat pencalonan kepala daerah wajib lima persen dari jumlah kursi DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 30 kursi, maka, jumlah kursi Partai Golkar Hulu Sungai Tengah cukup tanpa harus berkoalisi.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved