Berita Banjarmasin

Ditetapkan Tersangka, Bupati Balangan H Ansharuddin Laporkan Polda ke Mabes Polri

Kuasa Hukum Bupati Balangan, Pazri menilai proses kasus kliennya banyak kejanggalan dan diduga nonprosedural. Karenanya, mereka lapor ke Mabes Polri

Ditetapkan Tersangka, Bupati Balangan H Ansharuddin Laporkan Polda ke Mabes Polri
BPost Cetak
Ikan Petani Keramba di Banua Anyar Mati Massal, Masrani Rugi Rp 62 Juta 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Ditreskrimum Polda Kalsel, Ansharuddin tetap akan mencalonkan diri lagi dalam pemilihan bupati Balangan.

Hal ini ditegaskan bupati dan ketua Partai Golkar Kabupaten Balangan tersebut usai jumpa pers di Banjarmasin pada Senin (7/10) sore menanggapi status tersangkanya.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang Pilkada bahwa tidak ada larangan bagi tersangka mencalonkan diri. “Intinya walau pun kita berstatus tersangka, tapi kan ada azas praduga tak bersalah,” ujar Ansharuddin didampingi kuasa hukumnya, Muhamad Pazri.

Dia mengaku patut mencalonkan diri karena dua hal.

“Insya Allah akan mencalonkan diri lagi karena saya ketua DPD Partai Golkar Balangan dan sekarang Golkar di Balangan punya enam kursi. Untuk bisa mencalonkan partai harus punya 20 persen kursi di dewan. Jadi sebenarnya lima kursi saja sudah bisa,” katanya. Kendati demikian tak menutup kemungkinan Golkar Balangan berkoaliasi dengan partai lain.

Baca: Ikan Petani Keramba di Banua Anyar Mati Massal, Masrani Rugi Rp 62 Juta

Baca: Pemisahan Pelajaran PPKn Tuai Prokontra, Begini Tanggapan Pelajar di Kalsel

Baca: Singgung Soal Nafsu, Identitas Pria di Video Syur Bebby Fey Terungkap, Benarkah Atta Halilintar?

Baca: Si Palui: Taumpat Walut

Ansharuddin mengatakan kedatangan dari Balangan ke Banjarmasin kali ini memang khusus untuk menjelaskan masalah hukum yang dialami.

“Kami prinsipnya adalah minta keadilan dari orang-orang yang menentukan kebijakan. Lebih-lebih mendekati pilkada. Mungkin ini menyangkut popularitas saya selaku petahana,” ujarnya.

Pazri menilai proses kasus kliennya banyak kejanggalan dan diduga nonprosedural. Itu karena prosesnya dari pelaporan hingga penetapan tersangka dinilai terlalu cepat. Pihaknya pun melaporkan hal ini ke Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai saat dicoba dikonfirmasi, Senin (7/10) malam mengangkat telepon selulernya.

Untuk diketahui, Ansharuddin dilaporkan Dwi Putra Husnie pada 1 Oktober 2018 karena diduga memberikan cek kosong senilai Rp 1 miliar. Ditreskrimum pun memulai penyidikan pada 29 Mei 2019. Kini berkasnya telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved