Berita Banjar

Ketua OSIS MAN 4 Banjar Setuju Pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila Dipisah, Begini Alasannya

Pemisahan mata pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila yang digaungkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

Ketua OSIS MAN 4 Banjar Setuju Pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila Dipisah, Begini Alasannya
istimewa
M Mulkan, ketua OSIS MAN 4 Martapura 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemisahan mata pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila yang digaungkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, memunculkan beragam tanggapan. Namun umumnya kalangan pelajar di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mendukung gagasan tersebut.

"Saya setuju jika pelajaran itu dipisahkan. Namun saya juga mempertanyakan apakah pemisahan tersebut akan terlaksana secara efektif? ucap Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Martapura M Mulkan, Selasa (08/10/2019).

Pasalnya, lanjut Mulkan, pemisahan mata pelajaran Kewarganegaraan dan Pancasila otomatis perlu tambahan waktu atau jam pelajaran tersendiri. "Siswa kan tentu mesti fokus belajar pada dua mata pelajaran itu secara khusus. Intinya, jika pemisahan tersebut membuat para pelajar lebih mengetahui Pancasila, itu baik saja diterapkan," tandasnya.

Ia mengatakan saat ini kalangan pelajar memang harus mengatehui nilai-nilai moral Pancasila. Bukan hanya tentang kewarganegaraan, tapi juga mengenai makna Pancasila. Pasalnya saat ini saat belajar PKN lebih fokus pada kewarganegaraan seperti pengetahuan tentang hak, hukum, dan undang-undang.

Baca: Ditetapkan Tersangka, Bupati Balangan Ansharuddin Tetap Mencalonkan Diri Pada Pilkada Balangan

Baca: Gerebek Hotel di Banjarmasin, Petugas Ditnarkoba Polda Kalsel Sita 1 Kg Sabu, Libatkan Napi di Lapas

Baca: Taman Budaya Kalsel Pentaskan Madihin dengan Garapan Baru di Istora Senayan Jakarta

Baca: Peringati HUT ke-74 TNI, TNI AL dan PT BIB Tanam 3.000 Bibit Mangrove

"Sekarang bisa kita lihat kurangnya pengetahuan Pancasila. Jadi, menurut saya bagus saja jika Pancasila dijadikan mata pelajaran tersendiri," tegas siswa kelas XII Jurusan IPS ini.

Penggabungan pelajaran Kewarganegaraan dan Pancaila selama ini menurutnya juga berdampak terhadap kurangnya pemahaman tentang nilai moral yang tertuang pada sila-sila Pancasila. Tak heran jika banyak yang tak mengetahui tentang PMP (pendidikan moral Pancacila).

Ia berharap kalangan guru bisa lebih fokus mengajarkan Pancasila hingga pemaknaan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. "Jadi bukan sekadar ucapan atau pengetahuan semata," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved