Berita Banjarmasin

Kunjungi Kalsel, Budayawan Warih Wisatsana : Sudah Saatnya Kantor Pemerintahan Membuka Diri

Warih, sastrawan yang aktif dan besar di Harian Kompas ini melihat, saat ini sudah saatnya kantor-kantor pemerintahan khususnya, lebih 'membuka diri'

Kunjungi Kalsel, Budayawan Warih Wisatsana : Sudah Saatnya Kantor Pemerintahan Membuka Diri
Dari Dispersip Kalsel untuk BPost
Warih Wisatsana dan Vanesa Martida juga aktif sebagai pengelola Bentara Budaya Bali yang didirikan Kompas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ruang-ruang publik untuk mengekspresikan diri dan komunikasi akrab antar masyarakat, jadi penting untuk menciptakan masyarakat yang berbudaya.

Ruang publik macam itu menjadi penting sebagai wadah interaksi dan tempat 'berfikir' bagi masyarakat.

"Tidak cuma di ruang publik seperti taman dan sebagainya, kantor-kantor formal pun harusnya bisa lebih 'berbudaya' dengan membuka diri menjadi sedikit 'informal'," kata budayawan dari Bentara Budaya, Bali Warih Wisatsana di sela kunjungannya ke Kalimantan Selatan, Senin (7/10/2019).

Warih, sastrawan yang aktif dan besar di Harian Kompas ini melihat, saat ini sudah saatnya kantor-kantor pemerintahan khususnya, lebih 'membuka diri'.

"Kantor pemerintahan harusnya bisa jadi wadah berfikir, berdiskusi. Menjadi ruang komunikasi yang akrab buat masyarakat. Ada wadah khusus di sana yang terbuka untuk semua kalangan berkumpul," kata dia.

Baca: Baru 2.000 Wajib Pajak di Batola Melakukan Penyetoran, Kepala DJP Kalteng Kalsel Harapkan Ini

Baca: Sosialisasikan Perda Pajak Walet, Petugas BP2RD Batola Datangi Tiga Rumah Walet di Cerbon

Baca: Sosok Pria Misterius di Video Panas Bebby Fey Terungkap, Seteru Dinar Candy dan Atta Tegaskan ini

Baca: Diteriaki Gila Cita-Citata Geram Hingga Keluar Panggung, Rekan Seprofesi Ayu Ting Ting Ancam ini

Hal ini, kata dia yang sudah terlihat di Perpustakaan Palnam Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kalsel.

"Itu bisa jadi contoh bagaimana kantor pemerintahan jadi wadah yang nyaman buat masyarakat 'berfikir'. Pemerintahan bisa mengambil peran lebih bukan hanya jadi fasilitator, tapi jadi dinamisator dan pengayom masyarakat untuk 'berfikir' dan kreativitas orang itu tumbuh. Tentu dengan kapasitas masing-masing. Intinya benar-benar terbuka dan mengayomi," kata dia.

Warih Wisatsana membagikan ilmunya di acara Timbang Pandang Cipta Puisi dan Alih Kreasi Lintas Media yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Minggu (6/10/2019) semalam.

Peraih penghargaan Taraju Award, Borobudur Award, Bung Hatta Award, Kelautan Award ini tak hanya menyampaikan teori, tapi juga menpraktikkan baca puisi hingga memukau peserta.

Baca: NEWSVIDEO : 30 Meter Jalan Desa Matanglurus Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan Amblas

Baca: Aplikasi Smart Presensi Ngadat, Dinas Kominfo Batola Lakukan Ini

Baca: Pastikan Pelsus Batubara Tak Kapalkan Batubara Illegal, KPK Sidak Pelsus PT Talenta Bumi

Sementara itu Vanesa Martida, Kreator Multimedia, juga dari Bali berbagi ilmu dan pengalaman sebagai kreator multimedia, sementara Warih Wisatsana akan membagikan ilmu dan pengalaman sastranya.

Warih Wisatsana dan Vanesa Martida juga aktif sebagai pengelola Bentara Budaya Bali yang didirikan Kompas. (banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved