Berita HST

Luas Lahan Terbakar di Kabupaten HST pada 2019 Ada 229 Hektare, BPBD Sebut Lebih Kecil dari 2018

Luas Lahan Terbakar di Kabupaten HST pada 2019 Ada 229 Hektare, BPBD Sebut Lebih Kecil dari 2018

Luas Lahan Terbakar di Kabupaten HST pada 2019 Ada 229 Hektare, BPBD Sebut Lebih Kecil dari 2018
Humas Kodim Barabai
Asap kebakaran lahan di Desa Awang, Kabupaten HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Di sepanjang kemarau 2019, sudah terjadi 120 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan.

Tak tanggung-tanggung luasan lahan yang terbakar mencapai 229 hektare.

Luasan kebakaran ini tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Kecamatan Batang Alai Timur, Batang Alai Utara, Labuan Amas Selatan, Labuan Amas Utara, Limpasu, Batang Alai Selatan, Batu Benawa, hingga Kecamatan Pandawan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Budi Haryanto, Selasa (8/10/2019) mengklaim luasan lahan yang terbakar tersebut tidak melebih dari luasan lahan yang terbakar pada tahun lalu. 

Baca: Tak Ada Dampak ke Kalsel Sriwijaya-Garuda Rujuk, Begini Imbauan Asita Kalsel Imbau ke Biro Travel

Baca: Raffi Ahmad Juga Raba Artis ini di Depan Nagita Slavina Sebelum Video Angela Lee Beredar

Baca: Hari H Pernikahan Luna Maya Disebut Kahiyang Ayu, Mantan Ariel NOAH Ikuti Jejak Mantan Reino Barack?

Baca: Kondisi Irish Bella Disebut Tak Sadarkan Diri, Manajer Istri Ammar Zoni Angkat Bicara

Baca: Momen Prewedding Citra Kirana & Rezky Aditya Bocor? Eks Kekasih Agnez Mo Bicara Rencana Pernikahan

Dibeberkan Budi, kebakaran tahun lalu dalam periode yang sama mencapai 259 hektare. Luasan kebakaran ini tersebar di seluruh Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ia menjelaskan penurunan ini berkat kerja posko kebakaran hutan dan lahan di mako BPBD dan satgasgab pencegahan yang berada di sembilan pos desa dan komando subsatgasgab di Kodim/1002/Barabai.

Selain itu bebernya, masyarakat sudah mulai menyadari dengan cara membakar lahan dan hutan demi alasan apapun itu tidak dibenarkan.

"Upaya pemadaman juga terus kami upayakan. Apalagi saat ini sudah memasuki dua bulan lebih upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan," bebernya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved