Lifestyle

Taman Budaya Kalsel Pentaskan Madihin dengan Garapan Baru di Istora Senayan Jakarta

Kesenian bertutur khas masyarakat Banjar yakni Madihin hari ini Senin (7/10/2019) sore mewarnai panggung Temu Karya Taman Budaya se Indonesia

Taman Budaya Kalsel Pentaskan Madihin dengan Garapan Baru di Istora Senayan Jakarta
istimewa
Kesenian Madihin tampil di Istora Senayan, Jakarta 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesenian bertutur khas masyarakat Banjar yakni Madihin hari ini Senin (7/10/2019) sore mewarnai panggung Temu Karya Taman Budaya se Indonesia sekaligus juga rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional di Istora Senayan Jakarta.

Menariknya madihin yang ditampilkan ini bukan seperti biasanya, namun ditampilkan dalam bentuk garapan atau kemasan sedikit berbeda yakni berupa komposisi musik tradisi.

Adapun instrumen musik yang digunakan berupa terbang madihin, terbang melayu, panting, suling bambu, kampul hingga akordeon.

Hadirnya akordeon ini sendiri semakin membuat pementasan yang berjudul Bermadah ini menjadi semakin kental dengan sentuhan irama melayu.

Baca: Pimpinan DPRD Kalsel Janjikan Perubahan, Tak Ada Lagi Kunker Berjamaah

Baca: Diteriaki Gila Cita-Citata Geram Hingga Keluar Panggung, Rekan Seprofesi Ayu Ting Ting Ancam ini

Baca: Sosok Pria Misterius di Video Panas Bebby Fey Terungkap, Seteru Dinar Candy dan Atta Tegaskan ini

Baca: Buruh Tewas Dari Ketinggian 30 Meter di Duta Mall, Polresta Banjarmasin Lakukan Ini

Perpaduan dari seluruh instrumen musik tradisi ini pun akhirnya menjadi sebuah karya yang sangatlah menarik tentunya.

Setidaknya ada sekitar 18 seniman Banua yang tampil dan masuk dalam tim kesenian dari Taman Budaya Kalsel yang mementaskannya.

Misalnya ada Lupi Anderiani selaku pemain suling sekaligus komposer. Kemudian ada trio pemadihin yang tergabung dalam JT Junior yang terdiri atas Hendra, Yuanda serta Said Jola.

Ada pula Aman Babun, serta penyanyi lagu Banjar seperti Hajir serta Juara Bintang Radio RRI Kalsel 2019 yakni Wan Ainun Jumeina yang menjadi backing vokal serta seniman-seniman lainnya.

Penampilan dari tim kesenian Taman Budaya Kalsel dan mengenakan busana sasirangan ink pun tentunya cukup menjadi perhatian para pengunjung yang hadir saat itu.

"Yang kami tonjolkan dalam pementasan ini adalah madihin dengan garapan baru dan berbeda. Madihin kami kemas dalam komposisi musik tradisi dengan irama Melayu," ujar Lupi Anderiani selaku komposer.

Pria yang akrab disapa Upi ini pun mengatakan bahwa penggarapan sekaligus persiapan untuk pementasan ini cukuplah singkat yakni sekitar empat hari.

Baca: Sebelas IUP Batubara Belum Setor Jaminan Reklamasi, Nilainya Mencapai Rp 26,5 Miliar

Baca: Pernikahan Nikita Mirzani dan Dipo Latief Diakui Pengadilan, Ratusan Juta Harus Diberikan Dipo

Baca: Hujan Guyur Kalimantan Selatan, Status Bencana Karhutla Turun Jadi Siaga Karhutla

Sementara itu penanggungjawab tim kesenian Taman Budaya Kalsel, Rudi Karno menerangkan bahwa dengan adanya pementasan ini mengangkat kearifan lokal Kalsel.

"Ini membuktikan bahwa kita bisa mengangkat kearifan lokal, yaitu sastra lokal digabungkan menjadi sebuah komposisi musik tradisi dan sangat menarik. Dan seniman yang dilibatkan memang yang benar-benar terampil di bidangnya masing-masing. Semoga kesenian Kalsel pun bisa lebih dikenal juga di tingkat nasional," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved