Berita Tanahbumbu

Warga Satui Mulai Gelisah, Air Sungai Jernih tapi Ikan Banyak yang Mati, DLH Lakukan Uji Sample

Air asin sudah masuk ke sungai Satui sehingga menyulitkan warga menggunakan air untuk keperluan sehari-hari.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Warga Satui mulai khawatir belakangan ini.

Air asin sudah masuk ke sungai Satui sehingga menyulitkan warga menggunakan air untuk keperluan sehari-hari.

Bukan itu saja, masyarakat juga khawatir karena airnya bening bahkan ada ikan yang mati.

Keluhan itu sampai ke telinga Camat Satui Hery Kurbiansyah.

Melihat keadaan tersebut, dirinya langsung menyampaikan fenomena tersebut.

Baca: Ikuti Petunjuk di Google Maps, Bule Prancis Terobos Jalur Tol Malang-Pandaan Pakai Motor

Baca: Transformasi Veronica Tan Seusai Cerai dari Ahok & BTP Nikahi Puput Nastiti Devi, Ada Afgan & Reza

Baca: Kisah Ruben Onsu Diselamatkan Betrand Peto Saat di NTT Menyeruak, Suami Sarwendah Sempat Ketakutan

"Saat ini air asin sudah mulai masuk ke Sungai Satui, sehingga ada ikan yang mati. Saya tidak tahu, apakah itu dampak air laut yang masuk atau kah limbah," kata Herry saat acara penanaman bibit mangrove di Setarap, Satui, kemarin.

Dia langsung menyampaikan keadaan itu karena takut dengan fenomena yang tentu berdampak pada kehidupan masyarakat sekitarnya.

Dia meminta agar Dinas Lingkungan Hidup langsung menindaklanjuti laporan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahbumbu, Rahmat, Selasa (8/10/19) mengakui sudah menerima laporan tersebut.

Dia juga langsung menurunkan anggotanya untuk melakukan pengecekan dan sampel ke lokasi, kemarin.

"Ya, saya sudah terima laporannya. Anggota saya sudah turun mengambil sampelnya dan akan kami uji di lab kami, " kata Rahmat.

Terkait sebabnya, dirinya masih belum tahu apakah itu karena air laut yang masuk sungai atau limbah.

Memang diakui airnya jetnih dan ada ikan yang mati, namun fenomena di musim saat ini juga tidak bisa ditebak makanya petlu diuji.

"Kalau dampak pertambangan sepertinya bukan, karena airnya jernih lantaran perpindahan kondisi dengan masuknya air laut ke sungai sehingga ikan tawar tak bisa bertahan lantaran airnya jernih sehingga kekurangan oksigen di dalam air. Makanya kita lihat hasil sample nanti, " katanya.

Rahmat masih belum bisa memastikan karena uji lab juga perlu proses.

Hasilnya akan dilihat setelah proses pengujian selesai semua.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved