Kriminalitas Tanahbumbu

Aksi Madi Betet Melakukan ini Berujung Penjara

Niat Rahmadi alias Mahdi Betet (36) ingin memiliki komponen alat berat milik orang lain, dengan cara nekat, melakukan pencurian akhirnya berujung

Aksi Madi Betet Melakukan ini Berujung Penjara
istimewa
Niat Rahmadi alias Mahdi Betet (36) ingin memiliki komponen alat berat milik orang lain, dengan cara nekat, melakukan pencurian akhirnya berujung penjara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Niat Rahmadi alias Mahdi Betet (36) ingin memiliki komponen alat berat milik orang lain, dengan cara nekat, melakukan pencurian akhirnya berujung penjara.

Tersangka Mahdi Betet, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan meringkuk di sel di rumah tahanan (Rutan) Mapolsek Angsana guna proses lebih lanjut.

Tersangka, warga Gang Sepakat, RT 11, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu, ini akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.

Tersangka diringkus anggota Reskrim Polsek Angsana saat berada di jalan Provinsi, Gang Sepakat, RT 11, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Senin (7/10/2019) malam.

Baca: Tanda-tanda Asmara Gisella Anastasia & Wijin Berakhir Diungkap, Bisakah Balik ke Gading Marten?

Baca: Ditemukan Tengah Berpelukan, Suami Istri Ini Tewas saat Rumahnya Tertimbun Longsor di Cianjur

Baca: Daftar Dosa Program P3H Trans TV yang Dipandu Uya Kuya & Billy Syahputra Hingga Dihentikan KPI

Selain tersangka, anggota juga mengamankan barang bukti, dua buah lampu LED hasil pencurian.

Selain itu juga didapati satu buah kunci reng pas ukuran 13, satu buah senter merk swat warna hitam dan satu buah kalter yang digunakan tersangka sebagai alat pemotong.

Kapolres Tanahbumbu AKBP Sugianto Marweki SIK melalui Kapolsek Angsana Iptu Tony Haryono SE.MM, membenarkan kejadian pencurian komponen alat berat terjadi d area Tambang PT BUMA yang berlokasi di Desa Bayan Sari, Kecamatan Angsana Kabupaten Tanahbumbu, pada 4 Oktober 2019 lalu.

Menurut Tony, penangkapan tersangka berdasarkan laporan salah-satu karyawan perusahaan.

Berawal pelapor mendapat laporan dari salah seorang operator gleder menyatakan lampu LED alat berat sebanyak 6 buah yang biasa digunakan hilang.

"Ketika dilakukan pengecekan keseluruhan alat berat, dua unit gleder dan satu unit dozer lampu LED nya juga hilang, jadi total lampu LED pada hari itu yang hilang sebanyak 16 (enam belas) buah," kata Tony.

Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 24.000.000.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved