Berita Kotabaru

Beberapa Hari Hujan Turun di Kotabaru, Belum Ada Pengaruh ke Waduk Gunung Ulin, PDAM Harapkan Ini

Beberapa Hari Turun Hujan di Kotabaru, Belum Ada Pengaruh ke Waduk Gunung Ulin, PDAM Harap Hujan Lagi

Beberapa Hari Hujan Turun di Kotabaru, Belum Ada Pengaruh ke Waduk Gunung Ulin, PDAM Harapkan Ini
pdam kotabaru
Kondisi terkini Waduk Gunung Ulin, Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini di Kabupaten Kotabaru tampaknya belum berpengaruh pada waduk dan embung yang ada.

Pasalnya, hingga kini belum terisi dan air, yang ada masih belum bisa didistribusikan jajaran PDAM Kotabaru.

Saat ini sudah sekitar satu bulanan, air tidak bisa didistribusikan lagi kepada ribuan pelanggan.

Kondisi kemarau yang melanda Kabupaten Kotabaru ini menjadi ancaman.

Sebab, kekeringan terus terjadi tiap tahun bila memasuki musim kemarau. Hingga saat ini, warga harus membeli air dengan harga yang bervariasi.

Humas PDAM Kotabaru Sarwani, Rabu (9/10/19) mengakui kondisi tersebut.

Baca: Ayu Ting Ting & Robby Purba Pamer Kemesraan di Malam Puncak Amazing 17? Live Streaming GTV!

Baca: Pilkada Kalsel 2020, Denny Indrayana Mendaftar Bakal Calon Gubernur Kalsel ke Nasdem, Alasannya?

Baca: Ulah Nikita Mirzani Makan Korban Lagi, KPI Hentikan Pagi Pagi Pasti Happy Susul Hotman Paris Show

Baca: Tinggal Hitung Hari? Citra Kirana & Rezky Aditya Susul Roger Danuarta-Cut Meyriska, Ibunya Kata Ini

Baca: Heboh Video Syur Bebby Fey, Seteru Atta Halilintar Ngaku Ketagihan Ditiduri Genderowo, Ini Sebabnya

Hujan yang mengguyur Bumi Saijaan belakangan ini tak memiliki efek besar. Sebab, hujan tidak berangsur lama dan debit hujan juga tidak tinggi.

"Terisi saja namun masih kecil dan masih belum bisa dimanfaatkan apalagi didistribusikan kepada pelanggan PDAM Kotabaru yang ada di Pulau Laut, " kata Sarwani kepada Banjarmasinpost.co.id.

Waduk Gunung Ulin dan Gunung Tirawan masih belum bisa dimanfaatkan.

PDAM masih terus mengharapkan agar kembali hujan sehingga waduk dan embung bisa dimanfaatkan.

"Kami hanya bisa berdoa agar hujan turun dan kemarau berlalu," katanya.

Sementara itu, warga Rampa Kecamatan Pulau Laut Utara, Misda dan keluarganya hanya bisa berharap agar turun hujan.

Sebab saat ini, dia dan keluarga serta tetangganya harus membeli air perdrum atau jerigen. Merek harus mengeluarkan uang tiap harinya untuk membeli air.

"Harganya bervariasi, ada yang 15 ribu hingga 60 ribu, tergantung kapasitas air yang diinginkan," katanya.

Dia terpaksa menghemat air agar kebutuhan sehari-harinya bisa terpenuhi. Di amtaranya memasak, mandi dan mencuci pakaian. Semuanya harus serba diatur dan dicukupkan.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved