Berita Tanahbumbu

Ikan Mati di Sungai Satui, Susuri Sungai Belasan Kilometer, Kepala DLH Tanbu Yakin ini Penyebabnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo menyatakan, hari ini kembali melanjutkan penelusuran mencari penyebab matinya ikan-

Ikan Mati di Sungai Satui, Susuri Sungai Belasan Kilometer, Kepala DLH Tanbu Yakin ini Penyebabnya
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Kepala DLHD Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo menyatakan, hari ini kembali melanjutkan penelusuran mencari penyebab matinya ikan-ikan di sungai, Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui.

Menurut Rahmat penelusuran dilakukan sejak kemarin, dengan menelusuri sungai sepanjang belasan kilometer dari Satui hingga ke wilayah perbatasan Tanahbumbu-Tanahlaut namun belum membuahkan hasil.

"Kami akan terus telusuri. Kalau memang ada yang sengaja tentu akan ada sanksi. Selain dilakukan pemulihan," tegas Rahmat, Rabu (9/10/2019).

Baca: Kemarahan Laudya Cynthia Bella ke Raffi Ahmad, Perlakuan Suami Nagita Slavina Disinggung Istri Emran

Kendati belum diketahui penyebab pasti, Rahmat menyebutka penelusuran dilakukan bersama-sama dengan anggota Polsek.

Pihaknya menemukan aliran sungai diduga kuat disinyalir sumber penyebab.

"Saya yakin air tambang," terang Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya.

Keyakinan itu, lanjut Rahmat, karena PH yang didapat di lapangan hanya 2,4.

Baca: Raffi Ahmad Juga Raba Artis ini di Depan Nagita Slavina Sebelum Video Angela Lee Beredar

"Jadi di sana ada parit kayak aliran. Itu arahnya dari Tanahlaut perbatasan. Makanya masih kami cari," jelasnya.

Selain dilakukan penelusuran sungai sejauh belasan kilometer, juga dilakukan pencocokan PH satu-satu sungai yang terindikasi.

"Tapi kalau di muara Satui, kami tes PH-nya 4,5. Tempat hidup ikan laut sama dengan ikan air payau. Tapi ketika naik ke atas, PH-nya cuma 2,4," katanya.

Baca: Tanda-tanda Asmara Gisella Anastasia & Wijin Berakhir Diungkap, Bisakah Balik ke Gading Marten?

Rahmat menambahkan, dari penelusuran itulah ditemukan terindikasi sumber penyebab yaitu pertigaan Sungai Pambilahan dengan Sungai Jombang.

"Dari Sungai Pambilahan itu keluarnya 2,4 (PH). Kalau hanya 2,4. Asam bisa mengikat oksigen air, itu yang bisa membuat ikan mati. Karena PH sangat rendah sehingga terjadi pengentalan semacam jelly. Tidak ada oksigen ikan mati," tandas Rahmat.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved