Breaking News:

Berita Kalteng

MTsN 1 Kapuas Ajarkan Teori Jual Beli Melalui Bazar

Pembelajaran bisa dilakukan dengan berbagai metode. MTs Negeri (MTsN) 1 Kapuas memilih bazar untuk mengajarkan tentang jual beli, pasar, harga,

Penulis: Fadly Setia Rahman | Editor: Eka Dinayanti
Foto dari MTsN 1 Kapuas
Kepala MTsN 1 Kapuas Arbainsyah saat melihat langsung bazar yang digelar anak didiknya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pembelajaran bisa dilakukan dengan berbagai metode. MTs Negeri (MTsN) 1 Kapuas memilih bazar untuk mengajarkan tentang jual beli, pasar, harga, dan teori pemasaran.

Materi itu terdapat dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dipelajari oleh siswa kelas VIII.

Bazar diikuti oleh palajar kelas itu sebagai pedagangnya, sementara siswa kelas lain dan para guru madrasah bertindak sebagai pembeli.

"Barang yang dijual berupa makanan dan minuman,” kata Kepala MTsN 1 Kapuas, Arbainsyah, Rabu (9/10/2019).

Dikatakannya, bazar merupakan sarana praktik pengetahuan tentang pemasaran serta kegiatan yang berkenaan dengan bisnis.

Baca: Sifat Asli Nikita Mirzani Dibongkar Ustadz Maulana, Ini Rahasia Seteru Syahrini & Barbie Kumalasari

Baca: Tips Agar Lolos Tes Administrasi Jelang Pendaftaran CPNS 2019 di sscn.bkn.go.id, Cek Ulang Mekanisme

Agenda ini digelar bekerja sama dengan koperasi madrasah. Selain tentang ilmu ekonomi, bazar juga memberikan pemahaman tentang jual beli dalam pandangan agama.

Misalnya, antara penjual dan pembeli harus ridha, sukarela dan tidak ada paksaan.

Selanjutnya, barang yang diperjual belikan merupakan barang yang suci dan bermanfaat.

Objek jual beli merupakan hak milik penuh, dimana seseorang bisa menjual barang yang bukan miliknya apabila mendapat izin dari pemilik barang.

"Saat jual beli harus ada akad antara kedua belah pihak, penjual menyatakan jual, sementara pembeli menyatakan beli," jelas Arbainsyah.

Sementara itu, Guru IPS, Chairil Anwar mengatakan, pada materi pemasaran dan pasar, peserta didik dituntut untuk menguasai teori serta mampu mempraktikkannya.

Melalui bazar itu para siswa merasakan langsung teknik menawarkan barang kepada pembelinya.

"Usai melakukan penjualan hasilnya mereka hitung jumlah untung dan ruginya. Hasil akhir tentu ada yang untung atau rugi, bahkan hanya kembali modal. Dari kegiatan itu setidaknya dapat memberikan pengalaman tentang proses jual beli," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved