Berita Tanahbumbu

PERBUATAN MUSYRIK! Pohon Ulin Dijadikan untuk Bermunajat, Ini Reaksi Keras Kepala Kemenag Tanahbumbu

cara bermunajad dilakukan beberapa warga itu sudah mengarah pada perbuatan musyrik dan syirik. Tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

PERBUATAN MUSYRIK! Pohon Ulin Dijadikan untuk Bermunajat, Ini Reaksi Keras Kepala Kemenag Tanahbumbu
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Pohon ulin berukuran besar digunakan warga untuk bermunajat, oleh pemerintah daerah dan institusi terkait akan dibongkar karena dinilai mengundang perbuatan musyrik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kepala Kementerian Agama (Kakamenag) Kabupaten Tanahbumbu H Abdul Basit mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia meminta pohon ulin digunakan warga dalam bermunajad segera dibongkar.

Menurut Abdul Basit, cara bermunajad dilakukan beberapa warga itu sudah mengarah pada perbuatan musyrik dan syirik. Tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

"Tidak boleh, itu syirik. Kalau meminta, meminta kepada Yang Kuasa. Tapi kalau meminta ke pohon, itukan syirik. Ya, mirip-mirip memuja lah," kata Abdul Basit melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Agar perbuatan yang sudah mengarah ke perbuatan musyik tidak terus terjadi, apalagi sampai membawa warga larut ke perbuatan tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

Baca: Raffi Ahmad Juga Raba Artis ini di Depan Nagita Slavina Sebelum Video Angela Lee Beredar

Baca: Satu Kesalahan Fatal Luna Maya Saat Pacaran Bikin Gagal Nikah, Termasuk Ariel NOAH & Reino Barack

Baca: Hari H Pernikahan Luna Maya Disebut Kahiyang Ayu, Mantan Ariel NOAH Ikuti Jejak Mantan Reino Barack?

Alhasil rapat koordinasi di MUI (Majelis Ulama Indonesia) kemarin, tambah Abdul Basit, semua pihak terkait sepakat agar pohon ulin segeranya dihanguskan atau dibongkar.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanahbumbu Darmiadi mengatakan, menyikapi hal itu, sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Meminta fatwa atau petunjuk kepada para ulama. Selain meminta adanya langkab Bako Pakem dalam menyikapi hal tersebut.

"Ini kan termasuk kepercayaan yang menyimpang dari masyarakat kita. Jadi rencana kita juga minta sikap selanjutnya seperti apa yang dinginkan oleh masyarakat, institusi-institusi terkait. Seperti MUI kan meminta agar dibongkar dan dari Pakem menginginkan juga demikian," jelas Darmiadi.

Disinggung soal prosesi ritual dilakukan di pohon ulin mungkin berusia ratusan tahun, lanjut Darmiadi, menurut cerita masyarakat pohon digunakan untuk bermunajat/nazar.

"Konon kabarnya dulu. Ada orang yang sudah bertahun-tahun tidak mempunyai anak. Bermunajat di pohon itu tadi apabila kabul, maka akan memberi tanda," jelasnya.

Dimaksud dengan tanda yakni membalutkan kain warna kuning. "Artinya hajat dari yang melakukan itu kabul. Menurut cerita dari masyarakat di sekitar," katanya.

Dari situlah, dimungkinkan secara berantai. Dari mulut ke mulut, karena ada nazar yang terkabul. Sehingga mereka ada yang mempercayainya.

"Karena ada ditemukan sisa sesajen di sana. Berupa nasi ketan, telur, dan lainnya. Mungkin ada pedupaan dan segala macamnya," tandas Darmiadi kepada banjarmasinpost.co.id.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved