Tradisi Batajak Rumah Masyarakat Banjar

Tradisi Turun Temurun 'Batajak' Rumah, Pastikan Lokasi Aman dari Mahluk Halus

Idealnya sebuah rumah tidak hanya menjadi pelindung dari panas dan hujan bagi penghuninya, tapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan

Tradisi Turun Temurun 'Batajak' Rumah, Pastikan Lokasi Aman dari Mahluk Halus
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Ilustrasi: Lokasi pembangunan perumahan di Kalimantan selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Idealnya sebuah rumah tidak hanya menjadi pelindung dari panas dan hujan bagi penghuninya, tapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan serta ketenangan jiwa.

Bagi sebagian masyarakat suku Banjar atau Kalimantan Selatan, agar rumah menjadi hunian sesuai harapan maka perlu menerapkan tradisi dalam batajak (membangun) rumah.

Tradisi turun temurun ini umumnya masih berlaku di perdesaan, sedangkan di perkotaan terbilang jarang yang menerapkan.

Diakui Ilham, warga Banjarbaru, memang ada banyak tradisi yang dilakukan, mulai pengecekan lokasi, perhitungan tanggal dan waktu, arah dan ukuran rumah, pemasangan tiang dan sebagainya.

Baca: Raffi Ahmad Juga Raba Artis ini di Depan Nagita Slavina Sebelum Video Angela Lee Beredar

Baca: Satu Kesalahan Fatal Luna Maya Saat Pacaran Bikin Gagal Nikah, Termasuk Ariel NOAH & Reino Barack

Baca: Hari H Pernikahan Luna Maya Disebut Kahiyang Ayu, Mantan Ariel NOAH Ikuti Jejak Mantan Reino Barack?

"Biasanya dipastikan dulu bahwa titik lokasi yang akan dibangun itu aman dari hal gaib, misal bukan termasuk jalan atau tempat tinggal mahluk halus," jelas warga Banjar baru ini.

Memastikannya, pihak yang akan membangun rumah melakukan konsultasi terlebih dulu kepada orang alim yang kemudian memeriksa lokasi tersebut.

Jika bukan area jalan atau tempat tinggal mahluk halus, otomatis aman membangun dan tradisi selanjutnya bisa dilaksanakan.

Sebaliknya jika termasuk wilayahnya mahluk halus maka melalui orang alim tadi dilakukan pemindahan jalan atau tempat tinggal mahluk tak kasat mata tersebut.

"Pastinya harus aman dulu titik lokasi pembangunan rumah. Soalnya kita kan ingin aman dan nyaman baik mulai proses hingga nantinya ditinggali," tukas Ilham.

Selanjutnya, pemilik tanah yang akan membangun rumah kemudian menggelar selamatan atau syukuran yang diisi shalat hajat dan doa bersama.

Bagaimana tata cara selamatan tersebut? Mari kita simak pada tulisan berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved