Berita Tapin

Warga Kabupaten Balangan ini Gagal Angkut 161 Liter Bensin

Jajaran Polsek Lokpaikat mengamankan seorang pelaku pengangkutan atau niaga bahan bakar minyak jenis premium atau bensin tanpa izin perniagaan.

Warga Kabupaten Balangan ini Gagal Angkut 161 Liter Bensin
humas polres tapin
Kamarani (47) pedagang bahan bakar minyak jenis premium tak punya legalitas angkutan niaga diamankan polisi di Polsek Lokpaikat, Rabu (9_10_2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Jajaran Polsek Lokpaikat mengamankan seorang pelaku pengangkutan atau niaga bahan bakar minyak jenis premium atau bensin tanpa izin perniagaan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Brigjend H Hasan Basri Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 06.00 Wita.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Humas Polres Tapin, pengungkapan itu berkat laporan masyarakat yang mencurigai satu unit mobil suzuki pikap bernopol DA 8207 YC membawa BBM jenis bensin sebanyak 616 liter tanpa dilengkapi surat izin yang sah.

Baca: Sifat Asli Nikita Mirzani Dibongkar Ustadz Maulana, Ini Rahasia Seteru Syahrini & Barbie Kumalasari

Baca: Tips Agar Lolos Tes Administrasi Jelang Pendaftaran CPNS 2019 di sscn.bkn.go.id, Cek Ulang Mekanisme

Baca: Tarif Bebby Fey Melonjak Seusai Tenar Imbas Kasus Atta Halilintar & Ditiduri Genderuwo? Ini Faktanya

Polisi melakukan penyelidikan.

Mobil itu berhasil melintas di depan Mapolres Tapin.

Tapi gagal menuju perbatasan karena polisi mencegat mobil pikap di Polsek Lokpaikat.

Ternyata, laporan masyarakat itu benar, mobil pikap yang dicurigai membawa 28 buah jeriken berisi bensin di bak belakang.

Pengemudinya, Kamarani (47) beralamat di Desa Nungka No. 33 Rt. 03 Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan, Provinsi Kalsel tak dapat menunjukan legalitas pengangkutan bensin.

Perwira Urusan Humas Polres Tapin, Aipda Puryaji menjelaskan pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Lokpaikat untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Pengangkutan atau niaga BBM jenis premium tanpa ijin terancam melanggar pasal 53 huruf b atau huruf d UU RI NO 22 tahun 2001 tentang Minyak Bumi dan Gas," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved