Opini Publik

Mengenal Lebih Dekat Palsi Serebral

Setiap pekan pertama Oktober, tepatnya 7 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Palsi Serebral sedunia (World Cerebral Palsy Day).

Mengenal Lebih Dekat Palsi Serebral
(Shutterstock)
Ilustrasi 

Oleh: dr Sinta SpAK, Dokter Subspesialis Saraf Anak RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap pekan pertama Oktober, tepatnya 7 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Palsi Serebral sedunia (World Cerebral Palsy Day). Untuk memperingati hari Palsi Serebral ini pada artikel ini saya tertarik mengulas Palsi Serebral.

Apa itu Palsi Serebral? Palsi Serebral (PS) adalah sekelompok masalah yang mempengaruhi gerakan tubuh dan postur tubuh yang disebabkan cedera otak atau masalah dengan perkembangan otak dan sebagai penyebab paling umum dari kecacatan pada anak-anak. Kelainan perkembangan otak menyebabkan gerakan refleks, sehingga seseorang tidak dapat mengontrol gerakan dan kekakuan otot dapat mempengaruhi sebagian atau seluruh tubuh.

PS adalah kelainan gerakan, tonus otot atau postur yang disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada otak yang belum matang dan berkembang, paling sering sebelum kelahiran. Tanda dan gejala PS muncul selama masa bayi atau prasekolah. Secara umum, PS menyebabkan gangguan pergerakan yang terkait dengan refleks abnormal, floppiness atau rigiditas pada tungkai dan badan, postur abnormal, gerakan tak terkendali, berjalan tidak stabil, atau kombinasi dari semuanya.

Penderita PS mungkin memiliki masalah menelan dan umumnya memiliki ketidak seimbangan otot mata, di mana mata tidak fokus pada objek yang sama. Anak dengan PS juga mungkin menderita berkurangnya rentang gerak di berbagai sendi tubuh mereka karena kekakuan otot.

Efek PS pada kemampuan fungsional sangat bervariasi. Beberapa terkena dampak dapat berjalan sementara yang lain tidak. Beberapa anak menunjukkan kemampuan intelektual normal atau hampir normal, tetapi yang lain mungkin memiliki cacat intelektual. Epilepsi, kebutaan, atau tuli juga mungkin ada.

Bayi dengan PS berat sering memiliki masalah dengan postur mereka. Tubuh mereka mungkin sangat lentur atau sangat kaku, kadang-kadang terjadi bersama dengan terjadinya kelainan perkembangan otak ini. Contohnya kelainan tulang belakang, tulang rahang kecil atau kepala kecil (mikrosefali).

Tanda dan gejala cerebral palsy sangat bervariasi. Masalah gerakan dan koordinasi yang terkait dengan cerebral palsy mungkin termasuk; Variasi dalam tonus otot, seperti terlalu kaku atau terlalu lemas, otot-otot yang kaku dan refleks yang berlebihan (kelenturan), otot-otot kaku dengan refleks normal (kekakuan), Kurangnya koordinasi otot (ataksia), tremor atau gerakan tak sadar, gerakan yang lambat dan menggeliat (athetosis), keterlambatan dalam mencapai perkembangan motorik, seperti mendorong lengan, duduk sendirian atau merangkak.

Kemudian, memihak satu sisi tubuh, seperti meraih hanya dengan satu tangan atau menyeret kaki sambil merangkak, kesulitan berjalan, seperti berjalan dengan jari kaki, gaya berjalan berjongkok, gaya berjalan seperti gunting dengan persilangan lutut, gaya berjalan lebar, atau gaya berjalan asimetris, air liur berlebihan atau masalah dengan menelan, kesulitan mengisap atau makan, keterlambatan perkembangan bicara atau kesulitan berbicara, kesulitan dengan gerakan yang tepat, seperti mengambil krayon atau sendok, kejang.

Penyebab Palsi Serebral

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved