Berita Kesehatan

TIPS Bahagia dari Curahan Hati Nurhasni, antara Film Joker dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Karakter kuat menohok jiwa dalam film Joker 2019, memicu kalut akibat irisan fantasi dan realitas seorang Joker.

TIPS Bahagia dari Curahan Hati Nurhasni, antara Film Joker dan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Istimewa
Nurhasni 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Karakter kuat menohok jiwa dalam film Joker 2019, memicu kalut akibat irisan fantasi dan realitas seorang Joker.

Sungguh sangat tepat film ini ditayangkan pada Oktober 2019 karena bertepatan dengan momentum di antara dua peringatan, 10 September adalah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia dan 10 Oktober adalah Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

Sobat Banjarmasinpost.co.id, Nurhasni, lulusan Mei 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat program studi Kesehatan masyarakat ini mengaku sudah dua kali menonton film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck/Joker itu.

"Sudah nonton dua kali. Sabtu malam nonton Joker, Minggu sore nonton Joker lagi," ucap pemilik akun Instagram Nurhasniarradam_ yang sekarang mengabdi disalahsatu puskesmas di Hulu Sungai tengah ini.

Baca: VIRAL Video Mesum 7 Siswa SMK di Tuban Beredar, Terdengar Teriakan Suara Seorang Cewek

Baca: Heboh Syahrini Keguguran, Sosok Orang Dekat Istri Reino Barack Ungkap Fakta, Senasib Irish Bella?

Baca: TERUNGKAP! Inilah Orang yang Menjerumuskan Nunung ke Lembah Narkoba, Sosoknya Orang Dekat

Karakter Joker mengirimkan pesan tentang pentingnya kualitas pola komunikasi manusia dengan berbagai pihak. Finalis Galuh Banjarbaru 2017 ini mengatakan dibalik rumitnya kisah Joker tu, ada pelajaran hidup yg dapat dihikmahi. Film Joker bukan justifikasi bahwa kekerasan adalah resolusi konflik atas semua perilaku tidak adil dan tidak dapat diterima oleh seseorang. Film itu justru melancarkan kritik sosial.

"Bicara kejiwaan dan kepribadian, tentu mengingatkan kita akan betapa pentingnya mengenal diri sendiri dan bahagia sesuai versi kita sendiri," ujar perempuan kelahiran Barabai, 08 April 1996 ini.

Penayangan film Joker sangat tepat bertepatan dengan momentum di antara dua peringatan, 10 September adalah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia dan 10 Oktober adalah Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.

"Penting sekali untuk mengenal diri sndiri. Gimana? Ya kita bisa mengetahui dengan melakukan tes kepribadian. Mengenal tipe kepribadian dalam diri ternyata bisa membantu kita mengenal diri sendiri lebih baik. Selain itu juga tidak cukup hanya dengan mengetahui, kita harus mempelajari lebih dalam supaya kita bisa mengenal diri sndiri juga, sehingga kita mampu memahami orang lain lebih baik. Mengenal tipe kepribadian membantu kita memahami reaksi orang lain yang berbeda , sekalipun pada situasi yang sama," katanya.

Film ini bisa merasakan empati, seolah-olah terseret dalam karakter Arthur Fleck yang tampak realistis. " Terkadang kita harus disakiti untuk memahami. Iyakan ?, Kadang kalau tidak tersakiti seseorang itu tidak sadar. Jatuh untuk bertumbuh, dan Kehilangan untuk mendapatkan. Karena pelajaran-pelajaran terbaik banyak bisa dipelajari dari rasa sakit," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved