Berita Kesehatan

WADUH! Kesepian Ternyata Picu Kematian, Fakanya Menurut Dirut RSJ Sambang Lihum

Kamis (10/10) ini merupakan Hari Kesehatan Jiwa Dunia atau World Mental Health Day. Banyak makna yang dapat dipetik dari peringatan setiap tanggal 10

WADUH! Kesepian Ternyata Picu Kematian, Fakanya Menurut Dirut RSJ Sambang Lihum
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Apa yang harus dilakukan?

Dinamika masa depan itu perlu dihadapi. Ada kiat-kiat khusus. Intinya kita harus selalu dalam kondisi bahagia dan ini artinya harus rileks. Otak kita ini kan umumnya tak pernah beristirahat. Di sela kesibukan, kita masih disibukkan dengan games atau hobi. Tapi kenyatannya, ini berubah seperti menjadi pekerjaan. Padahal yang namanya hobi itu kan mestinya senang dan santai. Coba perhatikan, misal yang suka olahraga A, dia pulang kantor jadi buru-buru karena harus segera ke lapangan (main) sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Jadi sibuk, tak santai lagi.

Lantas bagaimana seharusnya?

Perlu kiat-kiat untuk mengistirahatkan otak dalam ritme kehidupan yang sederhana. Contohnya sesekali tak usah sibuk memasak di rumah, tapi bersama anak istri makan di rumah makan. Atau bikin acara kumpul-kumpul dengan kerabat atau rekan kerja, makan-makan. Misal masing-masing membawa makanan.

Baca: KABAR GEMBIRA! Hari Ini Pesta Belanja Online 10.10, Ada 3 Tips yang Perlu Kamu Pahami

Baca: UPDATE VIDEO Mesum 7 Siswa SMK di Tuban, Terungkap Lewat Kaus Kaki, Si Siswi Dipaksa Beradegan Ini

Apakah hal itu juga Anda terapkan di RSJ Sambang Lihum?

Iya. Sebagai pimpinan saya selalu berupaya membangun kebersamaan dengan mengedepankan penghargaan terhadap tiap individu sehingga masing-masing akan bekerja sepenuh hati. Taman Penyembuhan Jendela Jiwa yang ada di sini juga kami persilakan bagi masyarakat umum untuk tempat merilekskan jiwa.

Bagaimana dengan penanganan pasien?

Tentu selalu merujuk prosedur dan alhamdulillah pasien gangguan jiwa rata-rata sudah bisa terpulihkan selama 23 hari. Saat ini jumlah total pasien 400-an orang. Sekitar 120 di antaranya pasien ketergantungan narkoba. Kami juga terus berupaya melakukan terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, terutama mempercepat pemulihan kesembuhan pasien.

Terobosan apa yang dilakukan?

Kami akan menerapkan metode tapped (menepuk). Maksudnya sambil mengelus atau mengusap pundak atau kepala belakang pasien. Hal seperti ini mampu membangun sugesti yang kuat karena pasien merasa menjadi teman dekat yang diperhatikan dan disayangi. Mengobati itu tidak selalu dengan obat, tapi juga melalui psikoterapi seperti itu dan bahkan justru lebih besar tingkat keberhasilan penyembuhannya. Dulu saya semasa kecil juga diperlakukan seperti itu oleh orangtua dan hal itu membuat saya merasa sangat tenang dan mendapat kasih sayang yang luar biasa. Psikoterapi terbukti dapat mengobati banyak masalah psikilogis dan kejiwaan.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved