Berita Banjarmasin

52 Kelurahan di Banjarmasin Gagal Cairkan Dana Kelurahan Tahap II, Ini Penyebabnya

sebanyak 52 kelurahan di Kota Banjarmasin Kalsel dipastikan gagal menerima dana kelurahan tahap dua pada 2019 ini.

52 Kelurahan di Banjarmasin Gagal Cairkan Dana Kelurahan Tahap II, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/murhan
Ilustrasi-Suasana pada kegiatan lomba kelurahan yang merupakan sarana evaluasi, sarana pemberian penghargaan dan sarana memperkenalkan kelurahan di Banjarmasin, Rabu (20/5). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sedikitnya sebanyak 52 kelurahan di Kota Banjarmasin Kalsel dipastikan gagal menerima dana kelurahan tahap II pada 2019 ini.

Dikarenakan tidak optimalnya serapan dana kelurahan tahap pertama hingga Agustus lalu, kini seluruh kelurahan pun digenjot mengoptimalkan sisa dana yang tersisa.

Meskipun sayang, jelang dua setengah bulan berakhirnya tahun 2019 ini, dana kelurahan tahap pertama pun rupanya masih tinggi.

Berkisar sekitar Rp 7,2 miliar dari total dana kelurahan tahap pertama Rp 9 miliar, hal itu tentu menjadi PR sejumlah kelurahan untuk mengoptimalkan lagi penggunaannya.

Baca: Dapatkan Dana Bagi Hasil 4 Jenis Pajak Ini, Pemkab Tanahlaut Terima Rp 30,9 miliar

Baca: Jebolan The Voice Indonesia Jalani Profesi Ini, Ini Alasan Agseisa Galuh Putri Jadi Penyiar Radio

Baca: Sosok Ini Ingatkan Maia Estianty Pada Momen Pisah dari Ahmad Dhani yang Lebih Pilih Mulan Jameela

Baca: Jadi Lulusan Dengan IPK Tertinggi di Jurusan Matematika, Begini Reaksi Gusti Baktiyatussholehah

Kabid Perbendarahaaan Bakeuda Kota Banjarmasin, Apriana Amalia, pun tidak menepisnya. Namun ia bersyukur dari total dana kelurahan yang tersisa pada Agustus lalu, kini telah sedikit bergerak akibat terserap sejumlah kelurahan.

" Iya betul, Alhamdulillah setelah breafing dengan pak wakil (wawali, red) kemarin, rupanya sejumlah lurah dan camat pun mulai tancap gas mencairkan dana kelurahannya. Bahkan terhitung sampai 2,5 bulan jelang tahun anggaran 2019 ini akan berakhir, sudah naik sebesar Rp 1 miliar dari penyerapan terakhir Agustus dan September kemarin, " jelasnya.

Meskipun demikian, hal tersebut bukan berarti membuat pihaknya puas sampai di situ. Melainkan tambah, Aap, sapaanya, terus berharap sejumlah kelurahan di kota Banjarmasin bisa lebih cepat lagi mencairkan dananya.

" Karena proses (pencairan, red) di kami itu ada dua, yaitu LS dan TU sehingga teknisnya pun beda dan terkadang ada yang menganggap agak lambat. Tapi padahal proses pencarian di pemerintahan memang seperti itu," jelasnya.

Ia mengatakan salah satu faktor yang membuat sejumlah kelurahan lambat menyerap dananya, selain anggaran ini merupakan kali pertama keluar di tahun ini, juga rata-rata dikarenakan lantaran adanya keraguan sejumlah lurah terhadap regulasi.

Terutama lurah bersangkutan, yang sebelumnya hanya pejabat pelaksana teknis kegiatan kini justru berubah menjadi pemegang kuasa pengguna anggaran yang juga dihadapkan banyak kegiatan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved