Berita Banjar

Ancaman Banjir Sungai Riam Kiwa, Begini Analisa dan Langkah yang Harus Dilakukan

Luapan sungai Riam Kiwa disaat curah hujan tinggi, setiap tahunnya membuat sejumlah desa di kawasan bantaran sungai Riam Kiwa akan kebanjiran.

Ancaman Banjir Sungai Riam Kiwa, Begini Analisa dan Langkah yang Harus Dilakukan
hari widodo
lustrasi-Sungai Riam Kiwa Meluap Sempat Tutup Jalan di Kecamatan Pengaron 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar diprediksi akan kembali mengalami banjir disaat musim penghujan tiba.

Luapan sungai Riam Kiwa disaat curah hujan tinggi, setiap tahunnya membuat sejumlah desa di kawasan bantaran sungai Riam Kiwa akan kebanjiran.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito menyebut sebelum terbangunnya bendungan Riam Kiwa maka yang sering dan akan banjir yakni kawasan di sepanjang bantaran Sungai Riam kiwa.

" Yakni seperti Kecamatan Pengaron, Simpang 4, Mataraman, Astambul, Martapura hingga ke sungai tabuk," beber Nolianto Ananda, S.Si. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) muda BPDASHL Barito, Jumat (11/10) menyebut kawasan rawan banjir kabupaten Banjar.

Dia mengatakan fluktuasi debit sungai riam kiwa termasuk besar, artinya banjir disaat musim hujan dan surut sekali di musim kemarau.

Baca: LIVE Streaming Indosiar - Link Streaming TV Online Persebaya vs Borneo FC Liga 1 2019 di Vidio.com

Baca: Sungai Satui Tanahbumbu Tercemar Bikin Ikan Mati, BLHD Sebut Dampak Aktivitas Pertambangan

Baca: Pasrah Ruben Onsu Terima Tagihan Mahal Celana Betrand Peto Anak Angkatnya dan Sarwendah

Baca: NEWSVIDEO : Berkah Kemarau, Petani Semangka Di Desa Manunggal Tanahbumbu Panen Besar

"Hal itu termasuk salah satu ciri bahwa sub sub das riam kiwa ini tidak bagus kondisinya, tidak bisa mengalirkan air secara kontinyu, hal tersebut bisa karena sedimentasi akibat erosi yang besar di hulunya," kata dia.

Situasi ini terjadi biasanya di puncak musim penghujan, pihak BMKG yang lebih tahu pasti karena awal musim hujan saja mundur sampai November. Namun tentunya, langkah antisipasi banjir harus segera dilakukan mengingat Kabupaten Banjar ada sejumlah kawasan langganan banjir tiap tahunnya.

"Salah satu upaya mengatasi banjir terus menerus ya bangun bendungan di hulunya, lalu kegiatan penanaman (rehabilitasi hutan dan lahan ) di hulunya, pembuatan bangunan konservasi tanah dan air di hulu," Kata dia.

Peringatan Dini

Terpisah rilis dari Prakirawan Ruth mandasari, Badan meteorologi klimatologi dan Geofisika stasiun meteorologi kelas 2 Syamsudin Noor di Kabupaten Banjar berdasar Prospek cuaca mingguan wilayah Kalsel ada peringatan dini agar waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada tanggal 13 sampai 14 Oktober.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved