Kalsel Bergerak

Bandara Syamsudin Noor Berstatus International, Gubernur Kalsel Ajak Bupati & Wali Kota Lihat Lokasi

Terhitung mulai 26 Agustus 2019, sesuai dengan SK Menteri Perhubungan status Bandara Syamsudin Noor ditingkatkan menjadi Bandara International.

Bandara Syamsudin Noor Berstatus International, Gubernur Kalsel Ajak Bupati & Wali Kota Lihat Lokasi
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, GM Bandara Syamsudin Noor Indah Preastuty dan pejabatlainnya saat meninjau pembangunan Bandara Internasional Syamsudin Noor. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terhitung mulai 26 Agustus 2019, sesuai dengan SK Menteri Perhubungan status Bandara Syamsudin Noor ditingkatkan menjadi Bandara International.

Kini tinggal peresmian Bandara Syamsudin Noor yang nantinya akan diresmikan Desember yang rencananya oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia, Febry Calvin Tetelepta, mengatakan dengan naiknya status bandara ini maka Bandara Syamsudin Noor sudah bisa melayani penerbangan ke luar negeri.

"Minimal umrah dan haji, tidak perlu lagi transit ke Jakarta atau Surabaya," kata Febry Calvin Tetelepta saat berkunjung ke lokasi proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor bersama Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan sejumlah kepala daerah se-Kalsel, Kamis (10/10/2019).

Dengan begitu, kata dia, pertumbuhan ekonomi di Kalsel juga akan cepat karena tidak perlu Transit ke Bandara lain.

"Tentu dengan tidak lagi transit ke bandara lain untuk penerbangan internasional maka arus barang dan penumpang di Bandara Syamsudin Noor akan bergerak cepat," sebutnya sembari memastikan Jokowi yang akan meresmikan Bandara tersebut di Desember 2019.

Dia mengemukakan, laporan dari Pimpro PPDJ, terminal utama ini progresnya sudah 86 persen. Oleh sebab itu, sisa 14 persen dan tetap harus fokus dan serius. Sebab, ini menyangkut finishing dan keamanan.

GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty menambahkan dengan naiknya status Bandara ini status pihaknya sedang melengkapi fasilitas yang diperlukan untuk penerbangan ke luar negeri.

"Untuk menjalankan bandara internasional butuh kelengkapan fasilitas yang diperlukan. Itu yang sedang kami kejar, mudah-mudahan bisa rampung saat terminal sudah beroperasi," tandas Indah Preastuty.

Pihaknya juga melihat potensi penerbangan ke luar negeri melalui jemaah haji dan umrah. Meski selain itu juga ada ke negara tetangga.

"Ada rencana penerbangan tujuan Singapura dan Kuala Lumpur, tapi baru tahap pembicaraan dengan maskapai terkait. Tapi yang lebih potensial ke tanah suci, karena marketnya jelas," ujarnya.

Dia berharap, dengan berstatus internasional jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor bisa meningkat. Dimana tahun ini penumpang rata-rata 8 ribu sampai 9 ribu perhari, padahal tahun 2018 mencapai 11 ribu sampai 12 ribu.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bersyukur progres Bandara sudah mulai kelihatan.

"Alhamdulillah, progresnya sudah 86 persen. Sedikit lagi selesai. November sudah dibuka dan awal Desember mudah-mudahan presiden ada waktu untuk meresmikannya," ucapnya.

Dia sengaja bersama sejumlah kepala daerah bupati Wali kota se Kalsel meninjau lokasi pembangunan terminal bandara, didampingi Manajer Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana dan GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty bersama jajarannya tidak lain bentuk suport Pemerintah Daerah dengan hadirnya banaadara baru ini. (AOL/*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved