Berita Dunia

Komunitas Adat di Meksiko Ini Seret Wali Kota Pakai Pickap, Protes Janji Kampanye Tak Dipenuhi

Rombongan puluhan anggota komunitas adat Tojolabal di Meksiko menyeret Wali Kota Las Margaritas, Jorge Luis Escandon Hernandez di jalanan

Komunitas Adat di Meksiko Ini Seret Wali Kota Pakai Pickap, Protes Janji Kampanye Tak Dipenuhi
TWITTER / TINTA FRESCA CHIAPAS (@tinta_fresca)
Tangkapan layar rekaman video wali kota Meksiko diseret 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LAS MARGARITAS - Kecewa  janji kampanyenya tidak dipenuhi, rombongan puluhan anggota komunitas adat Tojolabal di Meksiko menyeret Wali Kota Las Margaritas, Jorge Luis Escandon Hernandez di jalanan dengan mobil pickap.

Akibat mendapatkan perlakuan ini, Wali Kota Las Margaritas tersebut mengalami luka-luka, Selasa (8/10/2019).

Dilansir AFP, kejadian bermula dari rombongan puluhan anggota komunitas adat Tojolabal dengan bersenjatakan tongkat dan kayu memaksa masuk ke kantor wali kota Las Margaritas di negara bagian Chiapas.

Mereka lantas menarik keluar wali kota dari kantornya, mengikatnya ke bagian belakang mobil pikap, dan kemudian mulai menyeretnya.

Baca: 52 Kelurahan di Banjarmasin Gagal Cairkan Dana Kelurahan Tahap II, Ini Penyebabnya

Baca: Angela Lee Murka! Buntut Raffi Ahmad Disebut Raba Pinggul, Ini yang Dilakukan Suami Nagita Slavina

Baca: Tunggu Ketua DPRD Definitif, Penetapan Wakil Bupati HST Molor Lagi, Diputuskan Awal November

Baca: Dapatkan Dana Bagi Hasil 4 Jenis Pajak Ini, Pemkab Tanahlaut Terima Rp 30,9 miliar

Kejadian itu sempat disaksikan oleh para warga dan pengguna jalan yang melintas. Namun, tidak ada yang berani melawan atau mengHentikan aksi gerombolan itu.

Barulah setelah sang wali kota diseret sejauh beberapa puluh meter di jalan, datang polisi bersama sejumlah aparat negara lainnya, yang lantas menghentikan tindak penyiksaan itu dan membebaskan wali kota.

Dilaporkan Escandon hanya mengalami beberapa cedera ringan.

Meski demikian, dia mengatakan bakal menuntut para pelaku yang menyerangnya karena "telah berusaha menculik dan membunuh" dirinya.

"Sekitar 50 atau 60 orang datang dengan menggunakan tiga truk pikap. Mereka membawa tongkat sebagai senjata dan berusaha menculik pejabat kota untuk memeras kami demi mendapatkan apa yang selalu mereka inginkan, yaitu diberikan uang," kata Escandon.

"Mereka mulai memaksa saya, membawa saya, mengikat satu kaki dan menyeret saya keluar dari kantor menuju ke jalan," lanjutnya, dikutip AFP, Kamis (10/10/2019).

 Baca: Saat Amankan Koki Ini, Petugas Subdit 1 Ditnarkoba Temukan Sabu Seberat 9,56 Gram

Baca: Delapan Mahasiswa Politala Raih Beasiswa Taiwan, Ini Programnya

Baca: Kemesraan Nikita Mirzani & Hotman Paris Terungkap, Seteru Barbie Kumalasari Bicara Wiranto Ditusuk

Kasus itu telah ditangani pihak berwajib dengan 11 orang telah ditangkap dan belasan lainnya dilaporkan terluka selama perkelahian.

Polisi negara bagian Chiapas juga telah dikirim untuk membantu memulihkan ketertiban di Las Margaritas, sebuah kota berpenduduk 20.000 orang di dekat perbatasan Meksiko dengan Guatemala.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dianggap Tak Tepati Janji Kampanye, Wali Kota Ini Diseret Pakai Truk Pikap"

Penulis : Agni Vidya Perdana

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved