Berita Batola

Mubazir Setahun, Eks Helipad di Jejangkit Batola Kalsel Akan Ditanami Pohon Peneduh

WACANA untuk pemanfaatan helipad atau area landasan pendaratan untuk helikopter senilai Rp2 miliar dari APBD perubahan Provinsi Kalsel

Mubazir Setahun, Eks Helipad di Jejangkit Batola Kalsel Akan Ditanami Pohon Peneduh
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
HELI pad atau area landasan pendaratan untuk helikopter senilai Rp2 miliar dari APBD perubahan Provinsi Kalsel di lokasi Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola 18 sampai 21 Oktober 2018 silam mubazir selama satu tahun terakhir. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - WACANA untuk pemanfaatan helipad atau area landasan pendaratan untuk helikopter senilai Rp2 miliar dari APBD perubahan Provinsi Kalsel di lokasi Hari Pangan se-dunia (HPS) di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola, 18 sampai 21 Oktober 2018 yang mubazir selama satu tahun terakhir, terus bergulir.

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola mewacanakan akan menanami pohon peneduh di sekeliling helipad.

Jika di sekeliling helipad pada sudah ada pohon peneduh, maka bisa digelar berbagai event di lokasi eks helipad tersebut.

“Jadi kan nanti kalau ada pohon peneduh itu enak menggelar berbagai event,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Batola Zulkifli Yadi Noor, Jumat (11/10/19).

Baca: Teror Bom Buku Pernah Dera Ahmad Dhani, Kini Mulan Jameela Dapat Paket Misterius Saat Jadi DPR RI

Baca: Reaksi Keluarga Raffi Ahmad Saat Laudya Cynthia Bella Istri Engku Emran Blokir Suami Nagita Slavina

Baca: Dihajar Sang Pacar, Pakaian Vokalis Widy Vierratale Penuh Darah, Keluarga Terkejut

Baca: FAKTA TERBARU - Penusukan Menkpolhukam Wiranto, Pelaku Ternyata Kumpul Kebo, Ngakunya Pasutri

Sebelumnya Anggota DPRD Kalsel dari fraksi PKS, Hariyanto, menyatakan pembangunan helipad untuk event skala internasional seperti HPS di Desa Jejangkit, Kabupaten Batola 18 sampai 21 Oktober 2018 silam itu tidak bisa dihindarkan.

“Apalagi ada rencana presiden mau datang meski Pak Jokowi batal datang. Kan SOP-nya kalau presiden mau datang ke lokasi tertentu memang perlu disiapkan helipad,” katanya.

Dijelaskannya, memang pembangunan heli pada senilai Rp 2 miliar terkesan mubazir pasca pelaksanaan HPS yang sudah berlangsung hampir satu tahun silam.

Pemanfaatan helipad itu menjadi penting saat ini karena terkesan pemborosan anggaran jika lokasiheli pad itu tidak segera dimanfaatkan.

“Iya kesannya pemborosan. Tapi helipad saat itu harus dibangun karena memang SOP-nya seperti itu,” katanya.

Menurutnya, tak masalah petani di Jejangkit memanfaatkan helipad untuk menjemur padi asalkan memakai prosedur yang benar, seperti mengirim surat resmi pinjam pakai ke Provinsi Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved