Berita Kabupaten Banjar

Perjuangan Santriwati Banjar pada Pemilihan Pelajar Pelopor 2019 di Jakarta, Begini Hasilnya

Perjuangan Nur Izzaty menaklukkan ajang pemilihan Pelajar Pelopor 2019 tingkat nasional di Jakarta belum membuahkan hasil

Perjuangan Santriwati Banjar pada Pemilihan Pelajar Pelopor 2019 di Jakarta, Begini Hasilnya
BAKARUDIN TALISAPALAS UNTUK BPOST GROUP
- Nur Izzaty bersama dua wakil Kalsel lainnya semangat berpose bersama para guru pembimbing dan pejabat yang mendampingi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Perjuangan Nur Izzaty menaklukkan ajang pemilihan Pelajar Pelopor 2019 tingkat nasional di Jakarta belum membuahkan hasil.

Santriwati Ponpes Darul Hijrah Putri, Cindaialus, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini telah tampil maksimal dengan inovasinya yang merekayasa lampu sein kendaraan bermotor.

Namun dalam pandangan dewan juri, karya inovasi peserta lain lebih baik.

"Santri kami, Nur Izzaty, belum beruntung. Belum bisa meraih juara," ucap Bakarudin Talisapalas, guru pembimbing KIR (karya ilmiah remaja) yang turut mendampingi Izzaty di Jakarta.

Baca: Gaji PNS Lulusan SMA Hampir Rp 6 Juta! Cek Syarat Pendaftaran CPNS 2019 di Link sscn.bkn.go.id

Baca: Reaksi Keluarga Raffi Ahmad Saat Laudya Cynthia Bella Istri Engku Emran Blokir Suami Nagita Slavina

Baca: FAKTA TERBARU - Penusukan Menkpolhukam Wiranto, Pelaku Ternyata Kumpul Kebo, Ngakunya Pasutri

Pemilihan Pelajar Pelopor 2019 tingkat nasional ditutup, Jumat (11/10/2019) siang di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Pada acara penutupan itu sekaligus dewan juri mengumumkan pemenang ajang tersebut.

"Sesuai pengumuman juri, juara pertama diraih peserta dari Provinsi Kalimantan Utara. Juara kedua dari Pontianak (Kalbar) dan juara ketiga dari Jombang (Jatim)," beber Bakarudin.

Meski anak didiknya belum meraih juara, namun Bakarudin mengaku bangga atas upaya dan inovasi Izzaty.

Apalagi telah mampu menjadi wakil Kalimantan Selatan pada ajang bergengsi tersebut.

Inovasi pelajar kelas XI Jurusan IPS Ponpes Darul Hijrah Putri ini yakni automatic off sein system on motorcycle as leadership for road safety in Banjar country itu.

Intinya, ia melakukan rekayasa lampu sein sepeda motor yang dapat mati secara otomatis pada detik ke-17.

Ini dapat mencegah risiko laka lantas ketika pengendara lupa mematikan lampu sein.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved