Berita Tanahbumbu

Sungai Satui Tanahbumbu Tercemar Bikin Ikan Mati, BLHD Sebut Dampak Aktivitas Pertambangan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo menyebut kematian ikan di Sungai Satui akibat air tambang.

Sungai Satui Tanahbumbu Tercemar Bikin Ikan Mati, BLHD Sebut Dampak Aktivitas Pertambangan
Dari DLH Tanahbumbu untuk BPost
Eks tambang disinyalir sumber penyebab matinya ikan di sungai Satui, Kecamatan Satui, Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo akhirnya bereaksi keras, terkait kematian ikan di sungai Satui. Rahmat menegaskan penyebab kematian diakibatkan air tambang.

Dikemukakan Rahmat, hasil penelusuran tim ke lapangan ditemukan beberapa eks dan kegiatan perusahaan tambang yang aktif. Selain berada di wilayah Tanahbumbu, namun juga perusahaan di wilayah perbatasan Tanahbumbu dan Tanahlaut.

Ditambahkan Rahmat, diduga adanya kuat beberapa perusahaan tambang masih aktif dan tidak beroperasi lagi menjadi penyumbang tercemarnya air sungai Satui, hasil pemeriksaan PH air dari lubang tambang 2,4.

"Airnya mengerikan. PH-nya rata-rata 2,4. Kalau 2,4 itu celupkan ikan langsung mati," jelas Rahmat kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya, Jumatb(11/10/2019).

Baca: NEWSVIDEO : Berkah Kemarau, Petani Semangka Di Desa Manunggal Tanahbumbu Panen Besar

Baca: Konsistensi Veronica Tan Meski Sudah Dicerai Ahok BTP, Jadi Contoh Puput Nastiti Devi?

Baca: Harta Mulan Jameela Dibandingkan dengan Krisdayanti dan Eko Patrio yang Juga Jadi Anggota DPR RI

Baca: Ada IP Camera dan Kamera Analog, Segini Harga CCTV di Banjarmasin

Selain tambang masuk wilayah Tanahlaut (perbatasan) yang dampaknya, apalagi saat hujan. "Semua airnya mengalir ke sungai Satui, karena di perbatasan," katanya.

Tidak kecuali salah-satu tambang yang masih aktif dan berada di wilayah Tanahbumbu, menjadi penyumbang penyebab kematian mendadak ikan di sungai Satui.

Kepala DLHD Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo.
Kepala DLHD Kabupaten Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Sebenarnya, lanjut Rahmat, perusahaan tersebut, pihaknya sudah memberikan sanksi pada bulan April lalu.

"Dia (tambang) ada rembesan kecil dan sudah ditutup," ungkap Rahmat.

Baca: Perjuangan Santriwati Banjar pada Pemilihan Pelajar Pelopor 2019 di Jakarta, Begini Hasilnya

Baca: Curhat Pilu Irish Bella Tak Diizinkan Ammar Zoni Lihat Jenazah Bayi Kembarnya

Baca: LINK Live Streaming Timnas U-23 Indonesia vs China CFA International Football 2019, TV Online RCTI

Disinggung langkah diambil, masih menurut Rahmat, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertambangan Provinsi. Untuk melihat kegiatan pertambangan yang masih aktif, selain meninjau eks kegiatan tambang.

"Kami meminta Dinas Pertambangan Provinsi untuk mengkaji tambang-tambang lintas provins ini. Karena lintas kabupaten kewenangan provinsi," tandasnya. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved