Kriminalitas Jakarta

MASIH Misteri, Kematian Akbar Alamsyah Menyisakan Teka-teki, Pernyataan Polisi Berubah-ubah

Akbar Alamsyah (19), korban demonstrasi di kawasan DPR, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu kini meninggal dunia.

MASIH Misteri, Kematian Akbar Alamsyah Menyisakan Teka-teki, Pernyataan Polisi Berubah-ubah
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Keluarga dan kerabat menghadiri prosesi pemakaman korban demo ricuh Akbar Alamsyah di Taman Pemakaman Umum (TPU) kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Korban demo ricuh di DPR Akbar Alamsyah meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 17.00 karena mengalami retak pada tempurung kepala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Akbar Alamsyah (19), korban demonstrasi di kawasan DPR, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu kini meninggal dunia.

Akbar adalah salah satu orang yang berada di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, saat kerusuhan pecah.

Ia meninggal dunia pada Jumat (10/10/2019). Sebelumnya, Akbar sempat dinyatakan koma setelah operasi di bagian tempurung kepalanya.

Belakangan ini penyebab koma maupun meninggalnya Akbar masih menyisakan teka-teki tersendiri.

Baca: LENA dan Anak-anaknya Hidup Menderita, Tinggal di Gubuk Kandang Ayam Setelah Rumah Dijual Mertua

Baca: Venna Melinda Merasa Besalah, Adik Verrell Bramasta Dikeroyok dan Nyaris Dihantam Pakai Dongkrak

Baca: Pasrah Ruben Onsu Terima Tagihan Mahal Celana Betrand Peto Anak Angkatnya dan Sarwendah

Polisi juga mengungkapkan pernyataan yang berbeda-beda tentang kasus yang menimpa Akbar. Berikut Kompas.com rangkum pernyataan yang berbeda tersebut.

1. Mabes Polri bilang Akbar jatuh dari pagar DPR

Awalnya, Mabes Polri mengklaim, Akbar Alamsyah bukan korban kekerasan polisi. Tetapi, Akbar terluka akibat jatuh saat menghindari kerusuhan massa.

"Sementara, dugaannya bahwa yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra di Hotel Amaroossa Cosmo, Jakarta Selatan.

Kesimpulan sementara tersebut didasarkan pada pemeriksaan saksi-saksi di tempat pemuda malang itu ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, tepatnya di depan pagar gedung wakil rakyat, Senayan.

Kepada polisi, saksi menerangkan bahwa Akbar awalnya melompati pagar depan Gedung DPR/MPR untuk menghindari kerusuhan dengan aparat.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved