Berita Banjarmasin

Rusunawa Muara Kelayan Sepi Peminat, Pemko Banjarmasin Perpanjang Waktu Pendaftaran

Pemko Banjarmasin terpaksa memperpanjang masa pendaftaran calon penghuni rusunawa di Muara Teluk Kelayan karena sepinya warga yang mendaftar.

Rusunawa Muara Kelayan Sepi Peminat, Pemko Banjarmasin Perpanjang Waktu Pendaftaran
Banjarmasinpost.co.id/Ahmad Rizki Abdul Gani
Rusunawa Muara Teluk Kelayan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski dilengkapi fasilitas mewah, namun minat masyarakat di Banjarmasin untuk tinggal di rusunawa terbilang minim.

Akibatnya, hingga kini pendaftaran rusunawa Muara Teluk Kelayan pun sepi pendaftar. Pemko Banjarmasin pun, terpaksa memperpanjang masa pendafataran calon penghuni rusunawa.

Pemerintah yang semestinya telah menutup masa pendaftaran calon penghuni rusunawa tersebut sejak Sabtu (21/9/2019) lalu, namun hingga kini hal tersebut masih terus berlangsung.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Penataan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Banjarmasin, Freddy tidak menampik hal itu.

Menurutnya dikarenakan sampai saat ini jumlah pendaftar pun masih sedikit terutama mereka yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca: Viral Ular Piton Raksasa di Amazon 4 Tahun Lalu, Fakta Baru Terungkap Ada yang Disembunyikan

Baca: Hal Mistis Mulan Jameela Saat Tidur Bareng Ahmad Dhani Terungkap, Eks Duet Maia Estianty Ketakutan

Baca: Serahkan Berkas Pencalonan Ke Golkar Banjarbaru, Aditya-Iwansyah Sebut Berkasnya Lengkap

Baca: Geger Suara Ledakan di Kaliawi, Tubuh Pemilik Kios Tambal Ban Terbakar

Baca: Nagita Slavina Pergoki Raffi Ahmad Bersama Perempuan, Ibunda Rafathar Curhat lewat Menerka-nerka

" Iya masih banyak yang kosong. Makanya pendaftaran pun masih dibuka," jelasnya.

Namun bukan berarti dengan itu pihaknya pun menjadikan beban. Melainkan dengan harapan peruntukkan rusunawa bisa sejalan sesuai harapan, ia optimis para pendaftar pun akan masih datang.

" Iya terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga ke depan, dengan keberadaan rusunawa masalah kekumuhan di tengah perkotaan pun bisa dientaskan," jelasnya.

Tidak hanya itu, Freddy juga mengatakan keberadaan rusunawa Muara Teluk Kelayan sebetulnya juga terbuka bagi sejumlah warga yang terkena program pembebasan lahan. Diantaranya seperti di Jembatan Alalak, Sulawesi serta lainnya dengan catatan menyerahkan kartu keluarga dan KTP.

Baca: Digerebek Polisi, 6 Perempuan Ini Asyik Bermain Judi Ceki, Polisi Sita Uang Segini

Baca: Jelang Pendaftaran CPNS 2019, Berikut Daftar Instansi Sepi Peminat Seleksi Tahun Lalu

Baca: Denny Indrayana Minta Restu Masyarakat Kalsel Maju di Pilkada Kalsel 2020

" Saat Ini untuk kamar di rusunawa Muara Teluk Kelayan berjumlah 58 buah dengannya tipe 36. Sedangkan iuran perbulan hanya Rp 450 ribu," jelasnya.

Masing-masing penghuni nantinya juga akan diberi batasan waktu maksimal tiga tahun untuk tinggal di rusunawa. Namun dengan itu, mereka telah memiliki tabungan sebesar Rp 150 ribu perbulan.

" Karena sepanjang tinggal di rusunawa, mereka diwajibkan menabung Rp 150 ribu, sampai tiga tahun ke depan," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/ahmad rizky abdul  ghani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved