Berita Sains

Sabtu Siang Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Purwokerto, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena hari tanpa bayangan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Fenomena tersebut terjadi di beberapa kabupaten/kota secara bergantian sejak

Sabtu Siang Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Purwokerto, Ini Penjelasan BMKG
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Wisatawan mengabadikan pesona matahari terbit dari balik Gunung Rinjani di Pulau Lombok yang terlihat dari Pantai Karang Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (16/8/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PURWOKERTO - Fenomena hari tanpa bayangan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Fenomena tersebut terjadi di beberapa kabupaten/kota secara bergantian sejak Kamis (10/10/2019) hingga Minggu (13/10/2019).

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Setyoadjie Prayodhie mengatakan, hari tanpa bayangan akan terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Purwokerto, Sabtu (12/10/2019).

"Kabupaten Banjarnegara kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.27.51 WIB, kemudian Purbalingga pukul 11.29.10 WIB dan Purwokerto dan pukul 11.29.42 WIB," kata Setyoadjie saat dihubungi, Sabtu.

Baca: LENA dan Anak-anaknya Hidup Menderita, Tinggal di Gubuk Kandang Ayam Setelah Rumah Dijual Mertua

Baca: Pasrah Ruben Onsu Terima Tagihan Mahal Celana Betrand Peto Anak Angkatnya dan Sarwendah

Baca: WIRANTO Disebut Manusia Super, Kehilangan 3,5 Liter Darah Kok Masih Hidup, Netizen: Super Ngibul

Fenomena hari tanpa bayangan juga akan terjadi di Kabupaten Kebumen dan Cilacap, Minggu (13/10/2019) masing-masing pada pukul 11.30.20 WIB dan pukul 11.27.46 WIB.

Setyoadjie menjelaskan fenomena hari tanpa bayangan terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

"Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," ucap Setyoadjie.

Setyoadjie mengatakan hari tanpa bayangan terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat berubah terus sepanjang tahun antara 23,5 derajat LU sampai dengan 23,5 derajat LS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Purwokerto dan Sekitarnya Sabtu Siang, Ini Penyebabnya",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved