Berita Banjar

Ikan Jala Apung di Awang Bangkal Banjar Alami Kematian Massal, Bangkai Ikan Penuhi Sungai Riam Kanan

Ikan bawal yang dibudidayakan Petani keramba jala apung di Awang Bangkal Kecamatan Karangintan Kabupaten Banjar mengalami kematian massal.

Ikan Jala Apung di Awang Bangkal Banjar Alami Kematian Massal, Bangkai Ikan Penuhi Sungai Riam Kanan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Petani keramba jala apung di Awang Bangkal memperlihatkan ikan bawal yang mengalami kematian massal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kematian massal ikan budidaya Keramba jala apung (KJA) kembali jadi keluhan. Kali ini dialami para pembudidaya di sepanjang Awang bangkal, Karangintan.

Jenis ikan yang alami kematian yakni bawal. Petani pembudidaya ikan hanya bisa pasrah melihat tingkat kematian ikan sampai lebih dari 80 persen.

Bahkan pada Sabtu (13/10) ikan bawal yang mati di permukaan bak menyerupai karpet yang memanjang di sungai. Pada Minggu (13/10) pagi masyarakat kembali memilah ikan bawal yang mati di permukaan air.

Ikan yang mati tidak bisa dikonsumsi dan harus segera dipisahkan dari keramba. Juga tampak masih banyak ikan bawal yang mengapung di keramba.

Masyarakat alami kerugian, diantaranya telanjur sudah beli pakan ikan. Seperti yang dialami Ahmad, warga Awang bangkal barat ini saat ditemui juga hanya bisa pasrah melihat banyak ikan bawal yang dibudidayakannya mati.

Baca: Geledah Rumah Dinas Bupati Lampung Utara, KPK Sita Uang Rp 54 Juta dan 2.600 Dolar AS

Baca: LIVE TVONE! Link Live Streaming Brazil vs Nigeria Brasil Global Tour 2019, Cek TV Online TV One

Baca: Belum Sebut Wakil tapi Kriteria Harus Sejalan, ini Penjelasan Denny Indrayana

Baca: Hasil Timnas U-23 Indonesia vs Yordania, Skor Babak Pertama 0-0, Link Live Streaming RCTI

Dia punya tujuh unit keramba, isinya semua ikan bawal yang dibudidaya. " Yang jelas satu jala keramba itu dua kuintal bawal yang mati. Nah tinggak dikalikan saja berapa banyak bawal saya yang mati. Kondisi air drop sekali, harapannya cuma satu yakni hujan," kata dia.

Juga diakui pembudidya ikan bawal lainnya yakni Amang Sud, dia mengatakan hampir 80 persen lebih tingkat kematian ikan bawal yang terjadi di Awang bangkal.

Dia juga mengatakan sementara di kawasan Tambela bukan ikan bawal tapi ikan nila yang alami kematian.

Amang Sud punya 10 jala keramba , delapan keramba isinya bawal semua dan mati. " Habis sudah bawal yang dibudidayakan. Jelas merugi, kematian tinggi hampir semua bawal mati, tinggal memikirkan bayar utang pakannya saja lagi," kata dia.

Dia berpendapat kematian ikan bawal massal ini karena sistem sirkulasi air yang tidak bagus. " Air sudah tak sehat. Bahkan Minggu pagi ini tadi banyak ikan bawal mati bangkai sampai menumpuk," katanya.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved