Gaji Guru Honorer

Komisi IV DPRD Kalsel Akan Memperjuangkan Usulan Kenaikan Gaji Guru Honorer

Yusuf mengatakan upaya menaikkan gaji tenaga pendidikan non-PNS memerlukan anggaran yang cukup besar.

Komisi IV DPRD Kalsel Akan Memperjuangkan Usulan Kenaikan Gaji Guru Honorer
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (13/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Yusuf mengatakan upaya menaikkan gaji tenaga pendidikan non-PNS memerlukan anggaran yang cukup besar.

Saat ini para guru honorer tersebut hanya bergaji sekitar Rp 1,5 juta per bulan.

Itu pun setelah dilakukan peningkatan sebesar Rp 500 ribu pada semester pertama 2019.

Jika rencana anggaran tersebut terealisasi, maka gaji mereka mendekati Upah Minimum Provinsi Kalsel yang saat ini berada di angka Rp 2.651.781.

Baca: Disdikbud Kalsel Ajukan Anggaran 2020 Sebesar Rp 419 Miliar, Meningkat Dibandingkan 2019

Baca: Pemeran Joker Joaquin Phoenix Kecelakaan Mobil Tabrak Truk, Begini Nasibnya Selarang

Baca: Bernada Sindiran, Bella Saphira Ungkap Ini Usai Pencopotan Dandim Kendari Terkait Penusukan Wiranto

"Supaya sama dengan UMP atau setidaknya mendekati lah. Ini merupakan keinginan gubernur kita untuk menyejahterakan tenaga pendidikan," kata Yusuf pada awal Agustus 2019.

Rencana tersebut mendapatkan apresiasi dari Komisi IV DPRD Kalsel.

Sekretaris Komisi IV, Lutfi Syaifuddin, menyatakan pihaknya juga akan memperjuangkan usulan tersebut.

Ini karena gaji sebesar Rp 1,5 juta jauh dari ideal mengingat biaya kebutuhan hidup saat ini.

"Tapi kalau terealisasi, tentu harus ada output perbaikan kinerja. Artinya pengabdian mengajar untuk siswa harus lebih baik lagi," kata Lutfi.

Lufti mengatakan Komisi IV dan Komisi IV yang juga berkedudukan di Badan Anggaran Provinsi Kalsel akan mengawal rencana tersebut.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved