Berita Banjarmasin

Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Siap-siap Didatangi Penagih

BPJS (Badan penyelenggara jaminan sosial) Kesehatan kian gencar menyusun strategi mengatasi tingginya tunggakan iuran kepesertaan.

Menunggak Iuran BPJS Kesehatan, Siap-siap Didatangi Penagih
Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BPJS (Badan penyelenggara jaminan sosial) Kesehatan kian gencar menyusun strategi mengatasi tingginya tunggakan iuran kepesertaan.

Lembaga ini dikabarkan tengah sibuk menggodok aturan yang akan memberikan sanksi administratif kepada peserta yang menunggak iuran.

Santer beredar badan hukum publik yang menyelenggarakan program sosial itu akan mengerahkan sejumlah orang penagih untuk mengejar tunggakan pesertanya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, Tutus Novita Dewi, rupanya sudah mengetahui kabar itu.

Baca: Sedih, Marion Jola Diisukan Mau Diajak ke Semak asal Dibayar Rp 2.000, Cerita saat Kecil Bikin Miris

Baca: Keheranan Agum Gumelar Pasca Penusukan Menkopolhukam Wiranto, Singgung Soal Operasi & Rekayasa

Baca: KENA BATUNYA! Jerinx SID Tidak Hanya Singgung Wiranto, Via Vallen dan Anang Juga Sempat Dongkol

Baca: Mendadak Ashanty Minta Anang Hermansyah Pergi Dari Dirinya, Sempat Drop dan Perang Batin karena Ini

Ia juga mengatakan saat ini di BPJS Cabang Banjarmasin bahkan telah menyiapkan tenaga penagih sebanyak tujuh orang.

"Iya betul, ada tujuh. Mereka sebagian ada yang sudah tugas dua tahun dan sisanya lagi baru," katanya saat disinggung jumlah tenaga penagih di BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin.

Terkait tugas, Tutus menjelaskan nantinya mereka tidak hanya melakukan penagihan melainkan sekaligus memberikan edukasi seputar BPJS Kesehatan serta merekrutmen peserta PBPU (Pekerja bukan penerima upah).

Untuk mengenalinya, masing-masing petugas selain mengenakan atribut serta rompi, mereka juga telah dibekali surat tugas.

"Jadi Kader JKN-KIS ini merupakan individu yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk menjalankan sebagian fungsinya. Fungsi itu diantaranya meliputi fungsi pengingat dan kolekting iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi administrasi kepesertaan dan fungsi pendamping pelayanan kesehatan baik dalam pemberian informasi, edukasi dan koordinasi pelayanan keluhan," jelasnya.

Sedangkan untuk fungsi pengingat dan kolekting iuran, tambah Tutus lagi ini akan diberlakukan menggunakan dua cara sesuai waktu tunggakan peserta tersebut.

Pertama melalui telepon dan surat, bagi mereka yang menunggak 1 sampai 12 bulan.

"Sementara untuk tunggakan terlama, penagihan akan dilakukan dengan cara dikunjungi oleh kader JKN," jelasnya.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved