Musda VI IBI Kalsel

Musda VI Pengda IBI Kalsel Lantik Pengurus Baru, Begini Tantangan IBI Kedepan

Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Ballroom Hotel Aria Barito

Musda VI Pengda IBI Kalsel Lantik Pengurus Baru, Begini Tantangan IBI Kedepan
banjarmasinpost.co.id/acm
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor hadiri Musda VI Pengda IBI Kalsel di Hotel Aria Barito Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kalimantan Selatan (Kalsel) gelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Ballroom Hotel Aria Barito Banjarmasin, Minggu (13/10/2019).

Pada Musda yang dihadiri Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Sekjen PP IBI, Dr Ade Zubaidah dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, H M Muslim ini dilantik Ketua Pengda IBI Kalsel, Supri Nuriani.

Pelantikan ditandai dengan penyerahan bendera IBI oleh Sekjen Pengurus Pusat IBI, Dr Ade Zubaidah kepada Supri Nuriani yang menggantikan Ketua Pengda IBI Kalsel sebelumnya, Tut Barkinah.

Menjabat sebagai Ketua Pengda IBI Kalsel masa Bakti 2018-2023, Supri nyatakan berterimakasih dan tetap memohon bimbingan dari para senior Pengda IBI Kalsel serta Pengurus Pusat IBI.

"Awali tugas di era globalisasi ini, bidan tantangannya berat. Lima orang terpilih sebagai pengurus ini bukan selalu berarti yang terbaik, tapi dipercaya untuk mengemban tanggung jawab. Kami meminta bimbingan bidan bidan purna tugas, kami dulu di didik oleh beliau mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik supaya IBI di Kalsel bisa lebih baik," kata Supri.

Selain agenda pelantikan, Musda Pengda IBI Kalsel kali ini juga membahas isu nasional terkait Undang-Undang Nomor 4 Tentang Kebidanan.

Dimana dalam Undang-Undang tersebut mengamanatkan bahwa seluruh Bidan yang melakukan pelayanan kesehatan sudah wajib memiliki pendidikan profesi paling lambat di Tahun 2026 mendatang.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri, pasalnya diakui Supri, kurang lebih baru 10 persen dari jumlah Bidan di Kalsel sebanyak 6.700 orang yang sudah melalui pendidikan profesi dan mayoritas masih berlatar pendidikan vokasi baik D3 maupun D4.

"Karena memang untuk pendidikan profesi ini belum banyak yang menyelenggarakan dan Undang-Undang memang masih baru sekali disahkan Bulan Maret 2019 ini," kata Supri.

Hal ini juga menurut Supri menjadi persoalan di tingkat nasional, dimana jumlah Bidan yang sudah melalui pendidikan profesi secara nasional baru berada di kisaran angka 80 persen.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved