Cerita Penggosok Pakaian dari Kelayan

Selama 30 Tahun, Syarifuddin Gunakan Gosokan Arang Seberat 14 Kilogram, Harganya Murah Meriah

Usinya tak muda lagi, kulit keriput sudah terlihat di wajah, tangan dan bagian tubuhnya.

Selama 30 Tahun, Syarifuddin Gunakan Gosokan Arang Seberat 14 Kilogram, Harganya Murah Meriah
Banjarmasinpost.co.id/Jumadi
Gosokan milik Syarifuddin ini beratnya mencapai 14 Kg dengan bahan seluruhnya terbuat dari kuningan murni. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Usinya tak muda lagi, kulit keriput sudah terlihat di wajah, tangan dan bagian tubuhnya.

Tapi lelaki berbadan kurus dan bertubuh sedang ini masih kuat tiap hari menggosok (menyetrika) pakaian, seperti hem, jas dan celana panjang. Kegiatan ini dilakukannya sudah sekitar 30 tahun.

Usaha sebagai jasa pelicin pakaian (menggosok) ini, dia geluti sejak tahun 1990.

Pelanggannya cukup banyak dan dalam sehari, lelaki yang sehari-harinya dipanggil Sarif ini bisa menyelesaikan sekitar 40 sampai 50 lembar pakaian berbahai jenis.

Jasa menggosok pakaian ini bukan menggunakan setrika listrik, namun menggunakan gosokan tradisional atau gosokan arang yang beratnya mencapai 14 kilogram.

Baca: WIRANTO KEBAL? Tak Berdarah saat Ditusuk Senjata Naruto, Begini Penjelasan RSPAD Gatot Soebroto

Baca: Postingan Istri Anggota TNI yang Berharap Wiranto Tidak Selamat Ternyata Dikomentari 1.500 Orang

Baca: Pernikahan Ayu Ting Ting Diungkap Sosok Ini, Bukan dengan Shaheer Sheikh, Ivan Gunawan & Robby Purba

Tidak sulit untuk mencari Sarif, sebab lokasinya persis di tepi jalan, kawasan Jalan Kelayan A RT01/RW01, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Sejak kecil Sarif tinggal di sini sampai sekarang. Sejak umur sekitar 40 tahun, dia sudah menggosok pakaian hingga kini 30 tahun sebagai jasa pelicin pakaian.

"Beberapa tahun yang lalu, ada dua orang yang menggunakan jasa seperti ini. Namun satu orang meninggal dunia dan tinggal saya sendiri," ungkap lelaki berusia 60 tahun dengan memiliki dua orang anak kepada bpost online, Sabtu (12/10/2019).

Dijelaskannya, upah jasa melincinkan pakaian dalam setiap lembarnya Rp2.500. Tetapi khusus untuk celana yang baru, baik yang dibeli dari toko atau yang baru selesai dijahit, maka jasa upahnya lebih mahal yakni Rp5.000.

Sebab, ungkapnya pakaian yang baru harus hati-hati mengosoknya dan selalu berulang kali. "Karena pakaian baru, maka kita harus benar-benar bisa membentuk garis lipatannya," terangnya.

Ditanya, apa bedanya menggunakan gosokan listrik dengan gosokan arang, menurutnya lebih lama menggunakan gosokan arang.

Sebab lipatannya bisa bertahan lama, karena arangnya menggunakan arang dengan bahan dasar kayu alaban.

Di samping itu, arang yang digunakan dapat bertahan lama, dan nyala arangnya berwarna biru. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved