Cerita Penggosok Pakaian dari Kelayan

TERKEJUT Saat Memegang Gosokan Arang Milik Syarif, Kadang Pesanan Dikerjakan Hingga Malam

Sepintas kita melihat orang menggunakan gosokan (setrika) arang biasa-biasa saja. Namun kalau kita coba sendiri, kita hanya mampu menggosok satu

TERKEJUT Saat Memegang Gosokan Arang Milik Syarif, Kadang Pesanan Dikerjakan Hingga Malam
Banjarmasinpost.co.id/Jumadi
Gosokan milik Syarifuddin ini beratnya mencapai 14 Kg dengan bahan seluruhnya terbuat dari kuningan murni. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sepintas kita melihat orang menggunakan gosokan (setrika) arang biasa-biasa saja. Namun kalau kita coba sendiri, kita hanya mampu menggosok satu pakaian saja.

Itu dikarenakan beratnya gosokan yang dipegang dan kedua hawa panas dari gosokan yang hanya berjarak sekitar 30 cm dari badan kita.

Gosokan milik Syarifuddin ini beratnya mencapai 14 kilogram dengan bahan seluruhnya teebuat dari kuningan murni.

Bayangkan selama 30 tahun sebagai jasa upah menggosok, maka lelaki ini setiap harinya harus memegang gosokan seberat itu.

"Kalau orang mencoba memegang gosokan saya ini, dia akan terkejut. Sebab beratnya mencapai 14 Kg," tutur lelaki yang sering sipanggil Sarif.

Baca: Selama 30 Tahun, Syarifuddin Gunakan Gosokan Arang Seberat 14 Kilogram, Harganya Murah Meriah

Baca: WIRANTO KEBAL? Tak Berdarah saat Ditusuk Senjata Naruto, Begini Penjelasan RSPAD Gatot Soebroto

Baca: Postingan Istri Anggota TNI yang Berharap Wiranto Tidak Selamat Ternyata Dikomentari 1.500 Orang

Baca: Pernikahan Ayu Ting Ting Diungkap Sosok Ini, Bukan dengan Shaheer Sheikh, Ivan Gunawan & Robby Purba

Karena pekerjaan ini digelutinya setiap hari, maka menjadikannya seperti biasa saja. Kalau banyak order, maka pekerjaan ini harus diselesaikannya sampai malam.

Disinggung pengalaman pahit apa saja selama ini yang menjadi pengalaman hidupnya, yakni ada pelanggan baru yang mengaku celananya jenis Jean's tidak ada atau hilang, dan harga celananya mencapai Rp 1 juta.

Namun Sarif membantah apa yang disampaikan pelanggannya itu. Sebab sebelum digosok, jumlahnya sudah dihitung.

Akhirnya pelanggan tadi pulang ke rumah dan mencari celananya yang katanya tidak ada.

Ternyata celananya yang dicari terselip di ujung lemari. "Mungkin karena malu dan merasa salah, maka pelanggan itu gak pernah datang ke tempat saya lagi," akunya.

Selama menjadi jasa menggosok pakaia, maka Sarif mampu menghidupi istri dan dua orang anaknya. Anak pertama sudah bekerja dan anak kedua masih duduk di salah satu SMKN di Kota Banjarmasin.

Disebutkannya, pelanggannya yang datang dari berbagai tempat, seperti guru, swasta sampai polisi. Hari-hari yang ramai, seperti Sabtu dan Minggu. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved