Berita Tanahlaut

Tiga Kontraktor Tambang Tanahlaut Tunggak Pajak Alat Berat

Sejak ditagih di 2016 tiga kontraktor besar perusahaan tambang Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan belum juga bayar pajak alat berat.

Tiga Kontraktor Tambang Tanahlaut Tunggak Pajak Alat Berat
HO/Humas Dishut Kalsel
Alat berat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak ditagih di 2016 tiga kontraktor besar perusahaan tambang Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan belum juga bayar pajak alat berat.

Tiga kontraktor tersebut adalah PT Pamapersada Nusantara, PT Darma Henwa, dan PT Kalimantan Prima Persada.

Berdasarkan surat penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) alat berat / besar yang dilayangkan Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pelaihari tunggakan ketiga perusahaan tersebut memang sejak 2016.

Selain tak membayar pokok pajak, perusahaan juga mendapatkan denda karena keterlambatan membayar pajak.

Berdasarkan surat tagihan di bulan Maret diketahui jumlah pajak yang seharusnya dibayar oleh perusahaan dari ratusan juta hingga satu miliar.

Baca: Lagi! Pakaian Mulan Jameela Saat di DPR RI Disorot, Eks Rekan Duet Maia Estianty Disebut Begini

Baca: Larangan Azriel Saat Ashanty dan Aurel Berhijab, Istri Anang Hermansyah Diminta Tak Lakukan Ini

Baca: Keterkejutan Uya Kuya WhatsApp (WA)-nya Diblokir Nikita Mirzani, Terkait P3H yang Dihentikan KPI?

Perusahaan PT KPP misalnya menunggak pajak plus denda sebesar Rp 504 juta lebih, PT Darma Henwa sebesar Rp 368 juta lebih dan PT Pamapersada Nusantara sebesar satu miliar sembilan puluh tig juta rupiah.

Terang Kasi PKB dan BBN-KB, Juhrani kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (13/10/2019) memang ketiga perusahaan sudah beberapa kali ditagih untuk membayar pajak tapi hingga kini belum juga dibayarkan.

Bahkan pihaknya kembali akan melakukan penagihan sampai dengan bulan Oktober ini.

"Memang tiga perusahaan ini agak bandel karena tidak mau bayar," ujarnya.

Sementara perusahaan lain misalnya Jaffa Comfeed dan Jorong Barutama Gresstone sudah membayar.

Halaman
123
Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved