Berita Banjarmasin

Waspada Pergantian Musim, BPBD Banjarmasin Ingatkan Beberapa Bencana

BPBD Banjarmasin mengungkap adanya beberapa jenis bencana yang patut diwaspadai disaat pergantian musim.

Waspada Pergantian Musim,  BPBD Banjarmasin Ingatkan Beberapa Bencana
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
sampah atau pampangan yang telah menutupi jalur Sungai Martapura, tepatnya di bawah Jembatan Antasari Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah daerah di Indonesia Oktober ini akan mulai memasuki musim hujan.

Tidak terkecuali sebagian besar di Kalimantan yaitu kota Banjarmasin dan sekitarnya, hal ini pun jelas menjadi perhatian serius oleh BPBD (Badan Penanggulangan bencana daerah) kota Banjarmasin.

Menurut Kepala BPBD Kota Banjarmasin M Hilmi,  ada beberapa kemungkinan yang harus diwaspadai akibat dampak dari perubahan musim tersebut.

Satu diantaranya ancaman angin puting beliung, fenomena ini biasanya memang sering terjadi pada musim pancaroba yang diakibatkan perbedaan suhu dan kelembaban udara yang tinggi.

Baca: Veronica Tan Berubah? Pasca Afgan Eks Ahok Muncul Bareng Maia Estianty Saat BTP Temani Puput Nastiti

Baca: Settingan Barbie Kumalasari Miskin di Acara Raffi Ahmad dan Ruben Onsu Diungkap Teman Uya Kuya

Baca: Buron Pasca Tusuk Rahmat Hidayat Hingga Tewas, Pria Ini Berhasil Kecoh Petugas Saat Akan Ditangkap

Baca: Bandara Baru Beroperasi, VVIP Room Akan Dicarikan Lokasi Baru, Berikut Penjelasannya

" Sedangkan untuk wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai atas adanya angin puting beliung itu yakni pinggiran kota atau perbatasan yang memiliki lahan kosong luas. Seperti Sungai Lulut, Mantuil atau lainnya," jelasnya.

Kedua, masuknya musim hujan juga sangat rentan dengan kemunculan genangan air atau rob di sejumlah tempat di kota Banjarmasin.

Diantaranya seperti kawasan Prona, Pemurus Dalam, Luar, Baru dan lainnya sehingga hal ini tidak hanya menjadi perhatian instansi terkait, melainkan juga masyarakat sekitar.

" Juga termasuk di perkotaan, oleh karena itu pak wali pun telah menghimbau agar instansi terkait bisa mulai membenahi drainase yang ada. Kemudian masyarakat, rt dan lurah setempat, diharapkan juga mulai bergerak. Bila perlu kegiatan Jumat bersih kembali diaktifkan, " jelasnya.

Sebagai kota yang dilalui sungai besar atau Martapura, Banjarmasin juga dimungkinkan masih akan terdampak atas kiriman air dari kabupaten dan kota tetangga. Terutama datangnya sampah ranting atau biasa lebih dikenal pampangan dari hulu, sehingga hal ini pun akan menimbulkan penyumbatan pada aliran air atau jembatan.

" Misalnya yang sering diserbu pampangan itu jembatan rendah seperti Pasar Lama, Sudimampir dan lainnya, mudah-mudahan dari pihak balai sungai pun telah mengantisipasi penanganannya," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved