BPJS Kesehatan

BPJS Usul Pemberian Sanksi kepada Peserta yang Menunggak Iuran, Pakar Telematika Kalsel Bilang ini

BPJS mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan sanksi kepada pesertanya yang menunggak iuran seperti tidak bisa melakukan perpanjangan SIM

BPJS Usul Pemberian Sanksi kepada Peserta yang Menunggak Iuran, Pakar Telematika Kalsel Bilang ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Minggu (14/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - BPJS mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan sanksi kepada pesertanya yang menunggak iuran seperti tidak bisa melakukan perpanjangan SIM, tidak bisa mendapatkan IMB, mengurus sertifikat tanah, paspor dan lainnya.

Hal ini mendapat penentangan banyak pihak.

Warga Martapura, Andi Riza, sangat tidak setuju dengan rencana itu.

“Tidak mampu bayar iuran BPJS, bukan tidak mau bayar. Bagi orang yang mampu mudah saja melunasi iuran itu, tapi bagi yang tidak mampu akan berat, sementara mereka tidak masuk kategori miskin ala pemerintah,” ujarnya kepada BPost.

Saat ini, kata Riza, ekonomi yang sedang anjlok.

Baca: Kejutan Rahasia Ariel NOAH ke Pevita Pearce Saat Ultah? Lakukan Ini Saat Ditanya Soal Eks Luna Maya

Baca: ICW Temukan Banyak Jenis Kecurangan yang Dilakukan dalam Penyelenggaraan BPJS Kesehatan

Baca: Bernada Sindiran, Bella Saphira Ungkap Ini Usai Pencopotan Dandim Kendari Terkait Penusukan Wiranto

Banyak pabrik dan perusahaan tutup.

Ribuan pegawai di-PHK.

“Bagaimana mereka bisa membayar iuran BPJS Kesehatan jika untuk kebutuhan primer saja masih pontang-panting. Saran saya, pemerintah berpikir kreatif dan solutif, cari sumber pendanaan lain jangan pasrah bongkotan dengan iuran peserta," kata pakar telematika Kalsel ini.

Riza mengatakan baiknya tidak usah main ‘ancam’ dengan tidak memberikan surat-surat legalitas seperti SIM, STNK dan IMB.
“Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian hukum bagi rakyatnya. Bayangkan jika sudah tidak mampu bayar iuran BPJS Kesehatan, kemudian tidak bisa urus SIM, STNK dan lainnya. Kegiatan jadi terganggu, makin susah ekonomi rakyat kecil,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved