Elite Pro Academy U20 2019

Runner Up di Elite Pro Academy, Abu Nawas Berharap Tetap di Barito Putera U-20

Sukses membawa Barito Putera U-20 menjadi Runner up Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019 pelatih tim Andi Abu Nawas berharap bisa kembali menangani tim

Runner Up di Elite Pro Academy, Abu Nawas Berharap Tetap di Barito Putera U-20
instagram@Barito Putera
Abu Nawas Berharap Tetap di Barito Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sukses membawa Barito Putera U-20 menjadi Runner up Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019 pelatih tim Andi Abu Nawas berharap bisa kembali menangani tim musim depan.

Bagi mantan pelatih Martapura FC ini dia sudah merasa nyaman di tim karena sudah dianggap sebagai anggota keluarga sejak jadi pemain Barito Putera di era Galatama.

"Insyaallah selagi Barito Putera membutuhkan saya tidak akan kemana-mana karena Barito sudah termasuk keluarga saya sejak jadi pemain," kata dia.

Meski sudah menyelesaikan kompetisi namun eks pemain yang berposisi sebagai striker ini tetap akan mengevaluasi tim.

Baca: TERKUAK Alasan Anang Tetap Pertahankan Ashanty Sebagai Istri padahal Sakit-sakitan, Aku Mau Mati!

Baca: Bernada Sindiran, Bella Saphira Ungkap Ini Usai Pencopotan Dandim Kendari Terkait Penusukan Wiranto

Baca: AYO, Cantik Mana Ayu Ting Ting, Nia Ramadhani atau Irish Bella? Mereka Dipuji Cantik Tanpa Make Up

Ada beberapa pemain dianggap Abunawas tampil tidak seperti biasanya mungkin jadi beban karena ini partai final.

Selain itu Abunawas juga masih penasaran dengan kepemimpinan wasit saat laga di final melawan Persebaya-U20 kemarin yang dinilai berat sebelah dalam memimpin.

Terutama saat mengeluarkan kartu merah untuk pemain tengahnya M Sandy Ferizal di saat akhir babak kedua.

Hilangnya satu pemain kata Abunawas membuat pemain pemain lain mentalnya turun dan akibatnya fatal Persebaya Surabaya mampu menyamakan skor saat Barito Putera unggul 3-2.

"Adanya kepemimpinan wasit yang merugikan kita satu menghukum kartu merah yang seharusnya kartu kuning saja," tambah dia.

Abunawas juga geram selain kartu merah juga soal penambahan waktu saat injury time empat menit sudah lewat.

Terkait dengan kegagalan tiga eksekutor penalti saat adu tos tosan, Abunawas tidak menyalahkan pemain sebab dalam setiap latihan dia sudah mensisipkan latihan penalti.

"Tapi itu lah bahwa pengaruh mental yang membuat itu semua gagal dalam ekskusi penalti," kata Abunawas.

Terakhir Abunawas menghaturkan permohonan dari staf pelatih, official dan seluruh pemain minta maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalsel dan Barito mania (Bartman) belum bisa memberikan yang terbaik.

(Banjarmasinpost.co.id/khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved