Berita Banjarbaru

Staf Khusus Gubernur Kalsel Tinjau Rencana Pengembangan Kawasan Jejangkit Baru, Ini Tujuannya

Guna pemerataan pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas dimunculkan wacana pengembangan Kawasan Jejangkit Baru, Kabupaten Batola.

Staf Khusus Gubernur Kalsel Tinjau Rencana Pengembangan Kawasan Jejangkit Baru, Ini Tujuannya
Stafsus Gubernur untuk banjarmasinpost.co.id
Staf khusus Gubernur Kalsel Tinjau Rencana Pengembangan Kawasan Perkampungan Jejangkit Baru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Guna pemerataan pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas dimunculkan wacana pengembangan Kawasan Jejangkit Baru, Kabupaten Batola.

Lokasi kawasan Jejangkit Baru ini berada di belakang pemukiman lama sekitar 300 – 400 meter dengan jalur melintasi Desa Jejangkit Muara, Jejangkit Pasar, Jejangkit Barat, Jejangkit Timur hingga perbatasan Kabupaten Tapin dengan lebar jalan 4-6 meter dan lebar jalur sungai 3 meter.

Guna pengembangan rencana Jejangkit Baru ini, ditinjau oleh rombongan staf khusus Paman Birin H Noor Aidi, Taufik Arbain, Apriansyah, Samahuddin Muharram, belum lama tadi.

Di hadapan para Kepala Desa Jejangkit dan staf desa, Camat Kecamatan Jejangkit, staf kecamatan, perwakilan dari Bapelitbangda Kabupaten. Barito Kuala, Dinas PUPR Kabupaten Batola,di ruang pertemuan Desa Jejangkit Muara.

Baca: AYO, Cantik Mana Ayu Ting Ting, Nia Ramadhani atau Irish Bella? Mereka Dipuji Cantik Tanpa Make Up

Baca: Perempuan Arab Sekarang Boleh Ngamar di Hotel Sendirian, Ini 5 Kebijakan Baru Arab Saudi

Baca: TERKUAK Alasan Anang Tetap Pertahankan Ashanty Sebagai Istri padahal Sakit-sakitan, Aku Mau Mati!

Baca: VIRAL Pengantin Lagi Asyik Foto-foto, Tiba-tiba Kue 5 Tingkat di Perkawinan Mewah Ambruk, Tamu Kaget

Ketua Stafsus Gubernur Kalsel, H Noor Aidi mengatakan, bahwa adanya rencana pengembangan kawasan Jejangkit Baru ini adalah gagasan untuk memberikan dampak pembangunan tidak sekadar di kawasan perkotaan, pinggiran tetapi juga pelosok pedesaan menjadi perhatian pemerintah.

"Kami melihat Jejangkit ini kawasan strategis yang menghubungkan jalur cepat pertemuan penduduk baik dari Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito dan Hulusungai khususnya Tapin. Maka dari itu diperlukan rintiasan trans Jajangkit yang tentu saja dilakukan per-tahapan. Maka dari itu kesamaan pandangan dalam pembangunan untuk rencana ini sangat diperlukan”, Ungkap mantan Bupati Tabalong ini.

Sementara itu Dr Taufik Arbain salah satu anggota stafsus mengatakan, Senin (14/10/2019) gagasan ini mencoba menerjemahkan keinginan Paman Birin agar program HPS tidak sekadar berdampak pada aspek pertanian ektensifikasi dan intensifikasi, inspiratif bertani bagi penduduk, tetapi harus juga berdampak pada infrastruktur dan pengembangan kawasan baru.

“Adanya rencana kawasan Jejangkit Baru setidaknya meminimalkan kepadatan pemukiman di kawasan lama, perbaikan sanitasi lingkungan, diversifikasi usaha masyarakat, pengendalian kebanjiran dan kebakaran lahan termasuk ke depan menjadi inspirasi kawasan perkantoran tiap desa-desa yang masuk dalam jalur Trans Jejangkit Baru. Secara teknis hanya mengeruk lahan saja, sehingga kami akan koordinasikan juga dengan kawan-kawan kabupaten berkaitan dengan RTRW," kata Taufik Arbain.

"Ini kesempatan emas bagi warga Jajangkit agar menghibahkan lahannya yang terkena jalur tersebut, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan 60 % dana desa yang menyokong simpul-simpul infrasrtuktur dengan trans Jejangkit Baru. Kita meyakini akan terjadi percepatan kemajuan, sehingga tidak lagi disebut Gang Buntu seperti tahun 1990-an, ” ungkap dosen Fisip ULM ini.

Kunjungan mereka, pada, Sabtu (12/10/2019) kemarin, lokasi tersebut disambut Camat Kecamatan Jejangkit dan para Pembakal.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved