Berita Tanahbumbu

Sungai Tercemar, Sepekan Tidak Bisa Menangkap Ikan, Dua Perwakilan Nelayan Satui Mengadu ke Bupati

Dua orang perwakilan nelayan Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu, mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Sungai Tercemar, Sepekan Tidak Bisa Menangkap Ikan, Dua Perwakilan Nelayan Satui Mengadu ke Bupati
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Dua orang nelayan yang mewakili nelayan lainnya ingin bertemu Bupati Sudian Noor untuk mengadukan nasib mereka tidak bisa menangkap ikan setelah air sungai Satui tercemar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dua orang perwakilan nelayan Desa Sungai Danau, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu, mendatangi kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Mereka ingin bertemu Bupati H Sudian Noor, untuk mengadukan nasib karena sudah sepekan kehilangan penghasilan.

Dua orang nelayan mewakili puluhan nelayan adalah Zaki (41) dan rekannya Arbani (40).

Selain Zaki dan Arbani, puluhan bahkan ratusan nelayan tidak bisa beraktivitas di sungai pascakejadian ratusan biota yang mati mendadak akibat air sungai tercemar.

"Selain ikan, juga ada udang yang mati," jelas Zaki kepada banjarmasinpost.co.id ditemui di ruang tunggu Bupati, Senin (14/10/2019).

Baca: Kesabaran Syahrini Nyaris Hilang Gara-gara Ini, Imbas Gosip Miring Istri Reino Barack & Luna Maya?

Baca: Muncul Penampakan Perempuan dam Harimau di Kantor Kecamatan Candi Laras Selatan, Begini Ceritanya

Baca: Kebohongan Nagita Slavina pada Raffi Ahmad Terbongkar karena Tas Rp 1,4 M, Ibu Rafathar Lakukan Ini

Ditambahkan Zaki, pascatercemarnya air sungai Satui, ratusan nelayan setempat, tidak hanya istirahat menangkap ikan, namun mereka juga mengalami kerugian rata-rata Rp 700 ribu.

"Sehari rata-rata penghasilan kalau menangkap Rp 100 sampai Rp 130 ribu. Sekarang (sudah seminggu) menganggur," terang Zaki.

Masih menurut Zaki, diamini rekannya Arbani, mereka terpaksa mengadukan nasib ke Bupati Sudian Noor, untuk meminta solusi kepada orang nomor satu di Bumi Bersujud ini.

"Melalui Bupati kami akan meminta harus ada pemulihan sungai yang tercemar dan penggantian bibit oleh pihak yang harus bertanggungjawab. Pastinya solusi sekarang ini, kami tidak dapat penghasilan," tambah Arbani rekan Zaki.

Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga, tambah Arbani, mereka juga perlu biaya sekolah anak.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo mengakui, kematian ribuan biota sungai seperti ikan dan udang di sungai Satui, Desa Sungai Danau, akibat tercemar air tambang.

Pernyataan itu dikemukakan Rahmat, berdasar hasil penelusuran tim ke lapangan ditemukan beberapa eks dan kegiatan perusahaan tambang yang aktif.

Selain di wilayah Tanahbumbu, perusahaan di wilayah perbatasan Tanahbumbu dan Tanahlaut disinyalir penyumbang pencemaran.

BANJARMASINPOST.co.id/heriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved