Berita HSU

Enceng Gondok Ganggu Arus Kapal, Pelajar Kelas Jauh SMAN 1 Paminggir Diliburkan Sepekan

Enceng gondok berdampak terganggunya perjalanan pelajar di kelas jauh SMAN 1 Paminggir untuk sampai ke sekolah. Siswa bahkan diliburkan

Enceng Gondok Ganggu Arus Kapal, Pelajar Kelas Jauh SMAN 1 Paminggir Diliburkan Sepekan
Istimewa
Jalur Sungai di kawasan Paminggir terturup enceng gondok yang membuat arus kapal terganggu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Keberadaan enceng gondok yang di sungai di wilayah Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), memberikan dampak.

Aktivitas pelajar yang akan menuntut ilmu di kelas jauh SMAN 1 Paminggir terganggu karena jalur sungai terhalang keberadaan enceng gondok.

Akibatnya kapal yang mengangkut para pelajar ini tak bisa bergerak mulus dan memerlukan waktu yang lama untuk bisa menembusnya.

Karena kondisi inilah diambil kebijakan sejak sepekan ini murid terpaksa diliburkan untuk sementara.

Terutama yang kelas jauh dengan jumlah 40 murid, khususnya mereka yang berangkat sekolah berasal dari Desa Palbatu.

Baca: Penyesalan Maia Estianty Datangi Rumah Irwan Mussry Dulu Kala, Rahasia Eks Ahmad Dhani

Baca: Foto Prewedding Citra Kirana dan Rezky Aditya Akhirnya Terjawab, Mantan Irish Bella Beberkan ini

Baca: Jelang Pelantikan Jokowi, Kapolsek Mataraman dan Anggotanya Turun ke Sekolah-sekolah

Baca: Warga Desa Libarusungka Balangan Tempuh Belasan Kilometer untuk Berobat, Tak Ada Tenaga Medis

Letak sekolah SMAN 1 Paminggir kelas jauh ini berada di Desa Tampakang sedangkan SMAN 1 Paminggir yang induknya berada di Desa Paminggir.

"Sampai hari ini masih diliburkan, ini sudah sekitar satu mingguan," kata seorang guru SMAN 1 Paminggir, Nahrawi yang dihubungi, Sabtu (14/10/2019).

Disampaikannya, kebijakan meliburkan ini akibat aktivitas murid kelas jauh yang dari Desa Palbatu untuk berangkat ke sekolah terganggu karena keberadaan enceng gondok yang menutup permukaan sungai.

Bila dalam kondisi normal, perjalanan menuju ke sekolah ditempuh dalam waktu dua sampai tiga jam, maka karena gangguan ini bisa menjadi dua kali lebih lama.

"Satu-satunya jalan memang melewati sungai dan anak-anak yang kelas jauh ada disiapkan kapal angkutan, terutama dari Desa Palbatu ke Tampakang," katanya.

Untuk panjang jalur sungai yang tertutup enceng gondok, imbuhnya, ada sekitar tiga sampai empat kilometer

Sehingga apabila kapal dipaksakan menembus enceng gondok maka bisa saja terjadi kapal akan mengalami masalah karena baling-balingnya terlilit enceng gondok.

Baca: Lagi, Tunggakan BPJS Kesehatan Jadi Sorotan DPRD Kalsel, Capai Rp 80 Miliar Lebih

Baca: Anggaran Pilkada Banjarbaru 2020 Tak Sesuai Usulan, KPU Banjarbaru Atur Ulang Keperluan

Baca: NEWSVIDEO : Penyelamat Maskot Kalsel Raih Penghargaan Internasional

Kejadian ini hampir setiap tahun terjadi kalau musim kemarau karena air sungai yang surut.

"Seandainya ada jalan akses jembatan dari Tampakang ke Palbatu, siswa bisa k sekolahan dengan sepeda," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved