BPost Cetak

Menristek Dikti : Baru Tiga Perguruan Tinggi Masuk Kelas Dunia

Enam hari menjelang akhir masa tugasnya. Menristek Dikti Mohamad Nasir membeberkan sejumlah program kerja yang belum tercapai.

Menristek Dikti : Baru Tiga Perguruan Tinggi Masuk Kelas Dunia
BPost Cetak
Tunggakan BPJS Kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin hingga pertengahan Oktober 2019 sekitar Rp 82 miliar. 

Wawancara Ekslusif M Nasir Menristekdikti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir tampak santai ketika ditanya peluangnya menjadi anggota Kabinet Kerja Jilid II.

Jika tidak mendapat amanah lagi dari Presiden Joko Widodo, dia ingin kembali mengajar di perguruan tinggi sebagaimana sebelum menjadi menteri.

Enam hari menjelang akhir masa tugasnya. Nasir membeberkan sejumlah program kerja yang belum tercapai. Berikut petikan wawancara reporter Tribunnetwork Adhiyuda Prasetia dengan Nasir di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Apa saja target yang belum tercapai selama Anda menjabat?

Yang belum adalah memasukkan empat perguruan tinggi (PT) ke kelas dunia. Targetnya kan empat, tapi baru tercapai tiga. Dilihat per subjek sebenarnya lima perguruan tinggi yang semestinya masuk. Sebagai contoh IPB itu berdasarkan Program Studi Ilmu Pertanian dan Kehutanan masuk nomor 70 di dunia. Problemnya adalah institusinya. Oleh karena itu, dua perguruan tinggi lainnya kami dorong agar bisa masuk kelas dunia.

Baca: Tunggakan BPJS Capai Rp 82 Miliar, RSUD Ulin Tolak Pinjam ke Bank

Baca: Penyelamat Bekantan Kalsel Raih Penghargaan Internasional, Amalia Dedikasikan Diri untuk Primata

Baca: Raih Dua Gelar S2 Terbaik Sekaligus dari Kampus Berbeda, Begini Perjalanan Hidup Syahrial

Baca: Penuhi Kebutuhan Air Bersih Pasien, Petugas RSUD Tanbu Berburu Sumber Air Baku

Tiga perguruan tinggi itu mana saja?

Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Yang dua belum masuk yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Univeritas Airlangga (Unair).

Perguruan tinggi mana lagi yang perlu didorong?

Selain IPB dan Unair, ada Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Manakala Anda tidak terpilih lagi sebagai menteri, apa yang akan dititipkan kepada menteri selanjutnya?

Kami sudah titipan semuanya. Siapapun yang menggantikan saya sudah membuat rencana strategis untuk 2020-2024. Kami ajukan ke Bapak Presiden.

Hal apa saja yang menjadi hal prioritas?

Prioritas utama adalah bagaimana riset perguruan tinggi ini masuk kelas dunia. Risetnya harus makin meningkat, sekarang baru tercapai 34 ribu. Bagaimana caranya pada 2024 bisa mencapai 50 sampai 60 ribu. Di tingkat Asia kita sudah masuk 10 besar. Sedang di Asia Tenggara kita sudah nomor 1. Nah ini yang harus kita dorong. Harus bekerja keras. Kedua, inovasi hilirisasi dari riset itu menjadi industri.

Baca: Peringati Hari Bumi, Bupati Anang Syakhfiani Ajak ASN serta Perusahaan Tanggulangi Sampah Plastik

Baca: Enceng Gondok Ganggu Arus Kapal, Pelajar Kelas Jauh SMAN 1 Paminggir Diliburkan Sepekan

Terkait usul Badan Riset Nasional (BRN), Anda bisa jelaskan?

Usulan saya kepada Bapak Presiden adalah Badan Riset Nasional jangan sampai tumpang tindih. Menristekdikti ya Kepala BRN. Biar nyambung semuanya. Saya rasa bukan dobel jabatan, karena itu korelasi yang lebih erat. Bukan berarti dobel jabatan gajinya dua lho ya. Dalam hal ini adalah kendalinya lebih mudah, koordinasinya lebih sederhana. Saya yakin ini akan lebih baik. (*)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved