Suka Duka Relawan Padamkan Karhutla

Pulang ke Rumah Pagi, Sampai di Rumah Anak Minta Antar ke Sekolah

Bagi relawan pemdam kebakaran di HSS, Karhutla 2019 sangat melelahkan. Karena hampir tiap hari, mengejar lokasi kebakaran.

Pulang ke Rumah Pagi, Sampai di Rumah Anak Minta Antar ke Sekolah
istimewa
Aksi relawan PMK Parmuk saat memadamkan Karhutla di kawasan Kandangan, HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Bagi relawan pemdam kebakaran di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Karhutla 2019 sangat melelahkan. Karena hampir tiap hari, mengejar lokasi kebakaran.

Bahkan, tak jarang hanya bisa istirahat di rumah saat dinihari menjelang subuh. Masalahnya, Karhutla sering dimulai siang hari, saat matahari terik.

 “Pernah baru bisa pulang pagi hari. Saat sampai di rumah, anak siap-siap berangkat ke sekolah, dan saya harus mengantarnya ke sekolah,”ungkap Khairudi, yang akrab disapa Rudi, dari PMK Parmuk, Parincahan, Kandangan. Meski demikian, kata Rudi dia tetap memerhatikan kesehatan, karena bagaimana pun tubuh butuh istirahat.

 Bagi Rudi, Ramani Nopran dan Norifansyah, sebagai relawan mereka senantiasa siap turun ke lapangan. Sekalipun ada panggilan tengah malam, dan sedang terlelap tidur, rela saja dibangunkan dan meluncur ke tempat kejadian.

Baca: Baru Sepekan Menikah, Pasangan Pengantin Ini Tewas Saat Mobil Rombongan Pengantin Tabrak Tronton

Baca: Nasib Terkini Hanum, Putri Amien Rais Seusai Twit Settingan Penusukan Wiranto, Bagaimana Jerinx SID?

Baca: Meriahkan HUT ke-42 SMAN 4 Banjarmasin, Siswa Gelar Karnaval Kostum Unik

Baca: RSUD dr. Murjani Sampit Jadi Percontohan Sistem Supervisi, Rehabilitasi Habiskan Rp 149 Miliar

Selain dukanya, tentu ada pula sukanya. Selain banyak teman dan kenalan, juga terjalin rasa persaudaraan dalam semangat gotong royong dan saling menolong sesama. Tanpa pandang status, suku, agama atau perbedaan lainnya.

 “Alhamdulillah, kadang yang ditolong juga masih ingat, bahkan pernah seorang korban kebakaran  berkunjung ke rumah saya mengantar beras hasil panen, hingga menganggap kami seperti keluarga,”kata Ramani Nopran. Ramani sendiri termotovsi menjadi relawan, saat warga di desanya kesulitan fasilitas mobil ambulans.

 Selanjutya, dia membeli radio panggil, dan aktif menginformasikan tiap kejadian di kampungnya, mauapun kampung lainnya.

Baca: Kabar Gembira Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal Dunia, Siap-siap Dapat Ini

Baca: Atasi Genangan, Taman di Bawah Jembatan Banua Anyar Banjarmasin Akan Ditinggikan

Baca: Tiap Hari Kejar Api Sampai Empat Lokasi, Kecelakaan Pun Pernah Dialami

Hingga kemudian direkrut sebagai Satgas di Posko Darurat Karhutla BPB dan Kesbangpol HSS. Menurut Ramani, para relawan pemadam itu multifungsi. Selain pemdam kebakaran, juga menjadi relawan saat terjadi banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya.

“Di HSS Alhamdulillah kompak terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Tak hanya PMK/BPK, taii juga PMI, Tagana, BPBD, anggota TNI/Polri, Orari, serta organisasi soaial lainnya  semua mengambil peran masing-masing jika terjadi bencana,”kata Ramani. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

 

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved