Berita Kabupaten Banjar

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Kawasan Waduk Riam Kanan Masih Aman

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Kawasan Waduk Riam Kanan Masih Aman

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Kawasan Waduk Riam Kanan Masih Aman
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Ribuan ikan mati semakin meluas di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kematian ikan kini merembet hingga ke beberapa desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jika ribuan ikan mati di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, tidak demikian dengan kondisi di Desa Tiwingan Lama, kawasan Waduk Riam Kanan.

Hadianor, satu dari ratusan pembudidaya ikan keramba di Desa Tiwingan lama Waduk Riam Kanan mengaku ikannya aman-aman saja.

"Kalau kami di waduk saat ini masih aman saja. Justru kami dengar kematian ikan dialami di sekitaran Desa Sungai Asam. Di sana itu memang bila air terlalu surut ikan pasti banyak mati. Terutama ikan nila," katanya seraya mengatakan di Desa Tiwingan lama ada sekitar 150 petani ikan, Selasa (15/10/2019).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar M Riza Dauly mengatakan Sulit untuk memberi bantuan hibah bibit ikan bagi petani ikan budidaya setempat, lantaran kelompok budidaya ikan yang terdampak tidak berbadan hukum.

"Kita kesulitan untuk mengganti kerugian petani ikan budidaya setempat, lantaran kelompok budidaya ikan di sana tidak ada yang berbadan hukum, sedangkan persyaratan penerima bantuan harus berbadan hukum yang sah," tandasnya.

Baca: Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Sungai Tercemar Sisa Pakan Berubah Jadi Amoniak

Baca: Kabar Gembira Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal Dunia, Siap-siap Dapat Ini

Baca: Foto Ahok BTP Gendong Bayi Viral! Istri Mantan Suami Veronica Tan, Puput Nastiti Devi Melahirkan?

Baca: Pengorbanan Syahrini untuk Bisa Bersama Reino Barack, Kakak Aisyahrani Keluhkan Ini

Baca: Pesan Menohok Irfan Hakim pada Raffi Ahmad yang Kerap Marahi Nagita Slavina di Tempat Umum

Ditambahkannya, penyebabnya diduga akibat debit air sungai di puncak musim kemarau ini sangat kurang.

Apalagi, pasokan air sungai yang bersumber dari waduk PLTA Riam Kanan nyaris tidak ada lantaran ditutup untuk keperluan pembangkit listrik.

Hujan tak kunjung turun. Kondisi air waduk Riam kanan mengalami penyusutan, praktis lingkungan sekitarnya harus menyesuaikan.

Tanpa kecuali Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mochamad Noor yang kini cuma masih mampu cuma satu turbin untuk 24 jam.

Terpisah, Niki Rendra Adisetiawan dari Tim Komunikasi PT PLN (Persero) UIKL Kalimantan, mengatakan, dari tiga turbin hanya mampu satu turbin pembangkit listrik saja yang aktif sepanjang 24 jam. Sisa dua turbin hanya stanby saja.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved