Berita Kabupaten Banjar

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Sungai Tercemar Sisa Pakan Berubah Jadi Amoniak

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Sungai Tercemar Sisa Pakan Berubah Jadi Amoniak

Ribuan Ikan Mati di Karangintan Kabupaten Banjar, Sungai Tercemar Sisa Pakan Berubah Jadi Amoniak
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Ribuan ikan mati semakin meluas di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kematian ikan kini merembet hingga ke beberapa desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ribuan ikan mati semakin meluas di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kematian ikan kini merembet hingga ke beberapa desa dialami oleh para pembudidaya Keramba jala apung (KJA).

Pada akhir pekan tadi banyak ikan bawal mati di sepanjang Desa Awang bangkal, juga ikan Nila di Tambela.

Kini menyusul kematian ikan masal dialami di Desa Sungai asam , desa sungai Alang, hingga desa Mandikapau. Mayoritas ikan yang mati yakni ikan nila di desa-desa itu. 

Baca: KRI Teluk Ende 517 Merapat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Mulai Besok Pagi Boleh Dikunjungi

Baca: Kabar Gembira Ammar Zoni dan Irish Bella Setelah Bayi Kembarnya Meninggal Dunia, Siap-siap Dapat Ini

Baca: Pengorbanan Syahrini untuk Bisa Bersama Reino Barack, Kakak Aisyahrani Keluhkan Ini

Baca: Foto Ahok BTP Gendong Bayi Viral! Istri Mantan Suami Veronica Tan, Puput Nastiti Devi Melahirkan?

Baca: Nasib Tragis Bayi Tabung Denny Cagur, Istri Teman Sule & Andre Taulany Itu Sebut Soal Rasa Takut

Tanda-tanda kematian ikan sudah dirasakan sejak Minggu tadi, kemudian jumlah ikan yang mati itu langsung meroket pada Senin (14/10/2019) dan Selasa (15/10/2019).

Pembudidaya syok melihat ribuan ikan mati. Pada keramba hanya tampak bangkai-bangkai ikan tampak memutih.

Mereka bingung melihat kondisi kematian ikan, juga merugi telanjur hutang pakan ikan.

"Saya ada 14 jala, isinya ikan nila semua. Waduh ngerinya habis semua ikan nila saya, mati," ucap Badri warga Sungai Asam.

Abdul Salam, Pj Pambakal Sungai Asam mengatakan, hal ini sehubungan dengan kemarau cukup panjang ditambah lagi udara yang cukup panas, keadaan air di aliran Sungai Martapura sangat dangkal sementara Air dijalur Irigasi cukup dalam.

"Dengan situasi seperti ini banyak Ikan yang mati berakibat kerugian cukup banyak pada masyarakat. Mohon dibantu sekira air bisa dialirkan secara merata dan adil agar kerugian masyarakat tidak semakin besar," Katanya.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved