Berita Tanahbumbu

Soal Limbah Pascatambang Cemari Sungai Satui, Waket DPRD Tanbu Bilang ini

Lumpuhnya aktivitas ratusan nelayan selama sepekan, pascatercemarnya sungai Satui oleh limbah tambang memicu reaksi anggota DPRD Kabupaten Tanahbumbu

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Wakil Ketua Sementara DPRD Tanahbumbu HM Alpiya Rakhman 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Lumpuhnya aktivitas ratusan nelayan selama sepekan, pascatercemarnya sungai Satui oleh limbah tambang memicu reaksi anggota DPRD Kabupaten Tanahbumbu.

Wakil Ketua I DPRD Tanahbumbu, HM Alpiya Rakhman saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui kejadian itu.

Bahkan telah meminta ESDM Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanahbumbu segeranya menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Katanya Senin kemarin semua tim turun. Cuma belum tahu kesimpulannya seperti apa," ujar Alpiya kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (15/10/2019).

Ia juga meminta tim yang turun ke lapangan agar mengambil sikap tegas terhadap perusahaan pertambangan yang disinyalir melakukan pencemaran, jika tim menemukan pelanggaran.

Baca: Nasib Terkini Hanum, Putri Amien Rais Seusai Twit Settingan Penusukan Wiranto, Bagaimana Jerinx SID?

Baca: Alasan Sebenarnya Artis Korea Sulli Eks F(x) Bunuh Diri, Tanda-tanda Sebelumnya Diungkap Go Hye Sun

Baca: Sebab Utama Rey Utami & Pablo Pecat Farhat Abbas Dikulik, Seteru Hotman Paris Tak Dipercaya Lagi?

"Saya berharap jangan sampai tim provinsi turun dan menemukan tapi tidak ada tindakan tegas terhadap perusahaan pertambangan tersebut," kata Alpiya.

Akibat tercemarnya Sungai Satui, masyarakat terdampak langsung sangat dirugikan.

Bukan hanya ikan yang mati, lanjut Alpiya, bahkan manusia pun bisa mati kalau sumber mata airnya tercemar.

Maka dari itu ia mengajak semua pihak harus peduli.

"Jangan hanya jadi kasus tapi tidak ada tindakan hukum terhadap pelanggaran pencemaran lingkungan ini," beber Alpiya kepada banjarmasinpost.co.id.

Sebelumnya secara personal, masih menurut Alpiya, terkait tercemarnya sungai Satui, ia berkoordinasi dengan Kepala DLH Tanahbumbu sejak hari pertama kejadian.

"Awalnya kami sebagian warga menduga limbah sawit tapi setelah diteliti DLH kondisi air yang pH hanya 2,4 ternyata dari limbah pertambangan yang ada di Tanahlaut," katanya.

Disinggung soal pengawasan ke depan agar pencemaran tidak terulang, Alpiya tidak memberikan penjelasan.

"Pertambangan kan semua di provinsi. Kami dari DPRD sangat terbatas sekarang," jelasnya.

Dinas Pertambangan Kabupaten sebagai mitra DPRD ke lapangan, sekarang tidak ada lagi.

Pun sebut Alpiya, termasuk komisi di DPRD membidangi pertambangan.

"Kan kami komisi itu bermitra dengan dinas-dinas. Kalau dinasnya saja tidak ada untuk apa kami mengolah yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," tutupnya.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved