Berita Banjarbaru

1.250 Mahasiswa Diwisuda di Banjarbaru, Sutarto Hadi Ingatkan Alumni ULM Harus Peduli pada Alam

1.250 Mahasiswa Diwisuda di Banjarbaru, Sutarto Ingatkan Alumni ULM Harus Peduli pada Alam

1.250 Mahasiswa Diwisuda di Banjarbaru, Sutarto Hadi Ingatkan Alumni ULM Harus Peduli pada Alam
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Profesor Sutarto Hadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pesan menarik disampaikan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Profesor Sutarto Hadi saat memberikan orasi ilmiah dalam sambutan mewisuda 1.250 mahasiswa/mahasiswi di Auditorium ULM Banjarbaru, Rabu (16/10/2019).

Guru Besar Matematika di FKIP ULM tersebut meminta pada alumni ULM yang diwisuda agar berbuat menjaga dan melindungi alam sekeliling.

"Saatnya kita melakukan tindakan nyata untuk menyelamat bumi dan masa depan kehidupan kita. Menyelematkan bumi tidak boleh tergantung pada pemimpin politik, kepala negara, gubernur bupati dan wali kota," kata Sutarto.

Disebut Sutarto, menyelamatkan bumi dari kchancuran dapat dan harus dimulai dari diri kita sendiri. Mulai dari diri kita masing-masing. 

Baca: Dukungan Buruh KSPSI dan KSBSI pada Pelantikan Presiden RI 20 September 2019, Ingin Berlangsung Aman

Baca: Sifat Buruk Rezky Aditya yang Disebut Akan Nikahi Citra Kirana Dibongkar sang Mantan, Patricia Razer

Baca: Sebab Sakit Leukimia Putri Denada, Shakira Aurum Diungkap Ustadz Danu, Raffi Ahmad & Nagita Bereaksi

Baca: Kisah Artis Tumbalkan Diri Jadi Istri Genderuwo Demi Pesugihan, Setelah Ramai Bebby Fey-Genderuwo

“Saya sering kali merasa miris melihat kemubaziran terjadi di sekitar kita. Pada saat menghadiri pesta perkawinan, selamatan dan kenduri melihat orang mengambil makanan sebanyak-banyaknya, kemudian memakan sedikit sehingga menyisakan banyak makanan di piring. Sakit rasanya melihat itu terjadi di tengah-tengah kita, padahal banyak saudara-saudara kita yang harus berjuang keras nembanting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi," tandas Sutarto.

Satu butir nasi yang sampai ke piring kita itu, sambung Sutarto, telah melalui proses yang sangat panjang dan menghabiskan sumber daya yang tidak sedikit.

Belum lagi sumber-sumber pembentuk kehidupan yang discdiakan oleh alam seperti unsur hara, air, oksigen, mincral, sinar matahari dan lain-lain. Ketika makanan kita buang, bayangkan berapa banyak unsur alam yang dibuang percuma.

Dipaparkan Sutarto, Indonesia adalah negara nomor dua di dunia yang paling banyak membuang makanan.

Berdasarkan Food Sustainability Index 2017 yang dirilis The Economis Intelligence Uniu (EIU), Indonesia menempati urutan kedua terbawah, hanya satu tingkat lebih baik dari Arab Saudi untuk kategori limbah makanan terbuang (Food Loss and Waste).

Sekitar 300 kilogram makanan per kapita terbuang setiap tahunnya di Indonesia. Artinya, kalau ada satu keluarga dengan satu orang anak, maka keluarga itu membuang makanan hampir satu ton per tahun.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved