Berita HSS

Bank Sampah HSS Beromset Rp 12 Juta Per Bulan, Pengelola Bikin Produk Handmade dari Daur Ulang

Satu bulan, Bank Sampah Induk (BSI) HSS tersebut sudah beromset Rp 12 juta per bulan.

Bank Sampah HSS Beromset Rp 12 Juta Per Bulan, Pengelola Bikin Produk Handmade dari Daur Ulang
banjarmasinpost.co.id/hanani
Karyawan Bank Sampah HSS membuat miniature rumah dari kayu di atas batang kayu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kabupaten Hulu Sungai Selatan, telah memiliki Bank Sampah, sejak 2016 lalu.

Meski masih baru, lembaga di bawah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup yang diberi kewenangan penuh mengatur sendiri manajemen pengelolaannya tersebut terbilang cukup berhasil.

Satu bulan, Bank Sampah Induk (BSI) HSS tersebut sudah beromset Rp 12 juta per bulan.

Kasi Pengembangan Teknologi Persampahan, Muhammad Robby Arifianto kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (16/10/2019) menjelaskan, Bank Sampah Induk HSS, layaknya bank konvensional.

Baca: Hikmah Dicerai Dhani? Maia Estianty Ngaku Cita-citanya Terkabul, Eks Duet Mulan Jameela Ungkap Ini

Baca: Ketidakbecusan Ibu Bebby Fey Urus Anak yang Berseteru Atta Halilintar Ramai Dituduhkan, Ternyata?

Baca: Sifat Buruk Rezky Aditya yang Disebut Akan Nikahi Citra Kirana Dibongkar sang Mantan, Patricia Razer

Namun, nasabah tak perlu setor duit, tapi cukup setor sampah dengan jenis-jenis yang sudah ditentukan bank sampah.

Antara lain, kardus, kertas HVS, kertas/buku campuran, plastic/campuran, botol kemasan oli.

Bisa pula kaleng, botol sirup, botol kecap, Koran atau surat kabar, majalah, map serta duplek.

Selanjutnya, sampah yang disetor ditimbang dan diberikan nilai nominal uangnya sesuai jenis sampahnya.

Lalu, dibuatkan buku tabungan bagi yang ingin uang hasil setor sampahnya ditabung.

Namun, bisa pula uangnya diambil langsung, atau didonasikan.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved