Berita Banjarbaru

Kecamatan Terdepan dalam Gerakan Revolusi Hijau 2020, Kadishut Kalsel Sebut Tentang Fasilitas

Kecamatan Terdepan dalam Gerakan Revoulsi Hijau 2020, Kadishut Kalsel Sebut Tentang Fasilitas

Kecamatan Terdepan dalam Gerakan Revolusi Hijau 2020, Kadishut Kalsel Sebut Tentang Fasilitas
humas dishut kalsel
Acara Forum Revolusi Hijau Tahun 2019 di Aula Bapelkes, pada Rabu (16/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kegiatan Revolusi Hijau yang berhasil mendapatkan apresiasi dari semua pihak khusunya dari Presiden RI, salah satu kegiatannya penghijauannya akan terus digalakkan di Kalimantan Selatan.

Berbagai upaya telah dilaksanakan untuk ‘menularkan’ gerakan tersebut, diantaranya MoU antara Gubernur dengan sthakholder terkait, MoU Gubernur dengan seluruh Bupati / Walikota se Kalsel, MOU Kadis dengan Camat se Kalsel dan MOU KKPH dengan Kepala Desa se Kalsel.

Semua kegiatan dalam rangka Revolusi Hijau harus diletakkan di tingkat tapak yaitu Kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Kadishut Prov Kalsel Hanif Faisol Nurofiq pada saat membuka acara Forum Revolusi Hijau Tahun 2019 di Aula Bapelkes, pada Rabu (16/10/2019).

Baca: Masuki Usia 10 Tahun, SMK Negeri 1 Simpangempat Kabupaten Banjar Resmikan Ruang Praktik Multimedia

Baca: NEWSVIDEO : Tuntut Janji-janji Wakil Rakyat Massa Buruh Demo di Kantor DPRD Provinsi Kalsel

Baca: Respons Tak Biasa Patricia Razer Saat Dengar Rezky Aditya Disebut Akan Menikahi Citra Kirana, Marah?

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala KPH lingkup Dishut Prov Kalsel, Camat se-Kalsel, Kemenag se-Kalsel, Forum Revolusi Hijau tingkat Kabupaten dan Penggiat Lingkungan.

“Ke depan tahun 2020 semua aksi kegiatan dalam rangka Revolusi Hijau akan dimotori oleh Kecamatan,” ucap Hanif.

Sementara itu, agar tujuan tersebut dapat tercapai, pemerintah provinsi memfasilitasi dengan membangun persemaian di setiap KPH.

“Tahun 2020 bibit yang didistribusikan akan disesuaikan dengan jenis unggulan di masing-masing Kecamatan, dan seluruh kegiatan penanaman, lokasinya ditentukan oleh kecamatan yang sebelumnya terlebih dahulu berkoordinasi dengan KPH,” jelas Hanif.

Melalui forum yang diadakan kali ini, perlu disusun rangkaian kegiatan apa saja yang bisa dilaksanakan di tingkat kecamatan, dan perlu dibangun desain penanaman berdasarknan jenis tanaman di tingkat kecamatan sehingga gerakan revolusi hijau bukan saja untuk perbaikan lingkungan mengurangi lahan kritis namun juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

(Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved