Berita Banjarbaru

KPK Ajak Pemprov Kalsel Masukkan Materi Antikorupsi ke Pelajaran PKN, Workshop Siap Dilakukan

KPK Ajak Pemprov Kalsel Masukkan Materi antikorupsi ke Pelajaran PKN, Workshop Siap Dilakukan

KPK Ajak Pemprov Kalsel Masukkan Materi Antikorupsi ke Pelajaran PKN, Workshop Siap Dilakukan
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor memberikan sambutan dalam acara Workshop Regulasi Pendidikan Anti Korupsi dilakukan di Ruang Gedung Rapat Aberani Sulaiman, Rabu (16/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kegiatan Workshop Regulasi Pendidikan Anti Korupsi digelar di Ruang Gedung Rapat Aberani Sulaiman Kantor Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.

Acara resmi dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Rabu (16/10/2019).

Wakil Ketua KPK La Ode Syarif yang turut hadir mengatakan, penting untuk dimasukkan pencegahan korupsi ini di materi pembelajaran khususnya SMA dan sederajat.

"Saya berharap bahwa ke depannya anak-anak murid yang lulus dari Kalsel akan memiliki karakter dan integritas yang baik. Memang ini bukan pekerjaan sehari, mungkin kita akan memanennya ketika Saya dan Pak Gubernur tidak lagi ada, tetapi ini harus kita tingkatkan dari hari ke hari," kata La Ode Syarif.

Dalam melaksanakan metode pendidikan anti Korupsi, Syarif menjelaskan tidak akan banyak berbicara teori tetapi lebih mengedepankan sikap atau perilaku.

Baca: Mantan Pejabat Pemprov Kalsel Dapat Kenang-kenangan dari Paman Birin, Seusai Masuk Purnatugas

Baca: Setelah di Awang Bangkal, Giliran di Sungai Alang Kabupaten Banjar Ikan Hasil Budi Daya Banyak Mati

Baca: Jelang Pendaftaran CPNS 2019 Pada 25 Oktober di sscn.bkn.go.id, BKN Ungkap Formasi yang Berpeluang

Baca: Respons Tak Biasa Patricia Razer Saat Dengar Rezky Aditya Disebut Akan Menikahi Citra Kirana, Marah?

"Misal saja jangan menyontek, jangan bohong, jangan merusak, jadi itu akan banyak contoh dan masuk dalam mata pelajaran PKN, pendidikannya pun juga bukan dengan doktrin-doktrin," kata Laode.

Sementara, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, menjelaskan pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan agar meminimalisir pelanggaran ataupun hal-hal yang berbau korupsi.

"Ini merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Pemprov Kalsel untuk menghindari tindakan terjadinya korupsi, terutama mendirikan pendidikan karakter pada generasi muda agar menjauhi tindakan korupsi," tandas Sahbirin Noor.

KPK turut mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dukungan serta langkah Gubernur Kalsel beserta jajarannya untuk memulai proses pembuatan sebuah landasan hukum untuk pendidikan anti korupsi seluruh jenjang pendidikan di Provinsi Kalsel.

(Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved